Camat Jatisrono Danang Sugiyatmoko Resmi Tutup Pordes, Final Sepak Bola Berlangsung Meriah dan Dipadati Ribuan Penonton
JATISRONO, WONOGIRI KMR — Pekan Olahraga Desa (Pordes) Jatisrono dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia berlangsung meriah hingga pertandingan terakhir. Rangkaian kegiatan tersebut secara resmi ditutup oleh Camat Jatisrono, Danang Sugiyatmoko, S.ST., M.M., setelah partai final cabang olahraga sepak bola yang mempertemukan Desa Gunungsari dan Desa Jatisrono di Lapangan Kelurahan Tanjungsari, Rabu, 19 Agustus 2026.
Pertandingan final menjadi puncak kemeriahan Pordes Jatisrono. Sejak sebelum pertandingan dimulai, masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Jatisrono telah berdatangan untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangannya. Antusiasme warga terlihat dari jumlah penonton yang memadati area lapangan hingga melebihi perkiraan panitia.
Suasana pertandingan berlangsung penuh semangat. Kedua kesebelasan, yakni Desa Gunungsari dan Desa Jatisrono, tampil dengan motivasi tinggi untuk menjadi juara. Dukungan penonton dari kedua kubu turut menambah semarak pertandingan. Sorak-sorai dan tepuk tangan terus terdengar sepanjang laga.
Pertandingan berjalan sengit hingga akhirnya pemenang harus ditentukan melalui adu tendangan penalti. Dalam drama adu penalti tersebut, Desa Jatisrono berhasil keluar sebagai pemenang. Kemenangan itu langsung disambut dengan kegembiraan oleh para pemain, perangkat desa, pendukung, serta masyarakat yang hadir di lapangan.
Penutupan Pordes tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pemerintahan, legislatif, TNI, Polri, organisasi olahraga, kepala desa dan kepala kelurahan se-Kecamatan Jatisrono, serta tokoh masyarakat. Di antaranya Camat Jatisrono Danang Sugiyatmoko, S.ST., M.M., Titik Sugiyarti dan Yadi selaku Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri dari Fraksi PDI Perjuangan, Ketua KONI Jatisrono, Danramil, Kapolsek, para kepala desa dan kepala kelurahan se-Jatisrono, serta tokoh masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Jatisrono Danang Sugiyatmoko menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga seluruh rangkaian Pordes dapat terlaksana dengan baik.
Ia juga memberikan penghargaan kepada masyarakat Jatisrono yang turut menjaga suasana pertandingan sehingga kegiatan dapat berlangsung secara aman, tertib, dan damai.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Pordes bukan hanya dilihat dari sisi pertandingan dan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan olahraga tersebut memiliki nilai penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat.
Pordes menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan warga dari berbagai desa dan kelurahan dalam suasana yang penuh kebersamaan. Interaksi yang terjalin selama kegiatan diharapkan mampu memperkuat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
"Terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat Jatisrono yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan ini. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan damai," ujar Danang dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan olahraga seperti Pordes juga memiliki manfaat besar bagi perkembangan olahraga di tingkat desa. Kompetisi sepak bola tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan generasi muda.
Melalui pertandingan yang kompetitif, para pemain muda mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan, meningkatkan pengalaman bertanding, sekaligus menunjukkan potensi yang mereka miliki.
Pordes diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk menemukan bibit-bibit pemain sepak bola potensial dari wilayah Jatisrono. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, para pemain muda tersebut diharapkan mampu berkembang dan nantinya dapat berprestasi, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, maupun pada jenjang yang lebih tinggi.
Kemeriahan final sepak bola menjadi gambaran besarnya perhatian masyarakat terhadap olahraga di tingkat desa. Membludaknya penonton juga menunjukkan bahwa olahraga sepak bola masih memiliki daya tarik yang kuat sebagai sarana hiburan sekaligus pemersatu masyarakat.
Bagi masyarakat, pertandingan final antara Desa Gunungsari dan Desa Jatisrono bukan sekadar perebutan gelar juara. Pertandingan tersebut menjadi bagian dari momentum kebersamaan dalam memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.
Semangat kompetisi terlihat dari perjuangan kedua tim hingga pertandingan harus diselesaikan melalui adu penalti. Meski persaingan berlangsung ketat di lapangan, seluruh rangkaian kegiatan tetap mengedepankan sportivitas dan kebersamaan.
Kemenangan Desa Jatisrono akhirnya menutup perjalanan kompetisi sepak bola Pordes dengan penuh kegembiraan. Para pemain dan pendukung merayakan keberhasilan tersebut, sementara masyarakat yang hadir turut memberikan apresiasi kepada kedua tim yang telah memberikan pertandingan menarik.
Dengan berakhirnya partai final sekaligus penutupan oleh Camat Jatisrono, rangkaian Pordes Jatisrono dalam memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia resmi selesai.
Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kegiatan olahraga dan kebersamaan masyarakat di Kecamatan Jatisrono. Selain melahirkan prestasi dan bibit atlet baru, kegiatan serupa juga diharapkan mampu menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antardesa dan kelurahan.
Antusiasme masyarakat yang begitu besar menjadi catatan positif dalam pelaksanaan Pordes tahun ini. Dukungan warga, kerja panitia, serta keterlibatan berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan menjadi bagian penting yang membuat kegiatan berlangsung meriah dan sukses.
Pordes Jatisrono pun tidak hanya meninggalkan cerita tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga tentang semangat kebersamaan, sportivitas, silaturahmi, dan kecintaan masyarakat terhadap olahraga. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi modal bagi Jatisrono untuk melahirkan generasi muda yang berprestasi sekaligus memiliki jiwa persatuan yang kuat.(Cahyospirit)







.jpg)











