Bupati Wonogiri Setyo Sukarno Resmi Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pasar Slogohimo,Ditarget Rampung Desember 2026
Slogohimo, Wonogiri KMR - Proyek revitalisasi Pasar Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, resmi mulai dikerjakan. Pembangunan kembali pasar yang ludes terbakar pada 28 September 2023 tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama Ketua DPRD Wonogiri Sriyono, Senin (24/8).
Kepala Dinas Perdagangan dan KUKM Kabupaten Wonogiri Wahyu Widayati mengatakan, revitalisasi Pasar Slogohimo mendapat dukungan anggaran sekitar Rp17 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp10 miliar dan APBD Kabupaten Wonogiri sebesar Rp7.017.100.000.
“Namun nilai kontrak dengan pihak ketiga sebesar Rp14,4 miliar lebih,” kata Wahyu dalam laporannya.
Dalam proyek tersebut, pasar akan dibangun dengan fasilitas sebanyak 597 unit los dan 92 unit kios. Pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu 148 hari kalender, yakni hingga 29 Desember 2026.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, pembangunan kembali Pasar Slogohimo merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memulihkan aktivitas perekonomian masyarakat yang terdampak kebakaran.
Menurutnya, keberadaan pasar memiliki peran penting bagi masyarakat, khususnya para pedagang yang selama ini kehilangan tempat untuk menjalankan aktivitas perdagangan secara normal.
“Harapannya, para pedagang yang jumlahnya ratusan bisa kembali berjualan seperti dulu lagi sekitar Januari 2027,” ujar Setyo.
Di sisi lain, Setyo memberikan perhatian khusus kepada pihak pelaksana pembangunan. Pemborong yang berasal dari Semarang itu diminta mengerjakan proyek secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
“Jangan sembrono karena proyek ini dipantau banyak pihak, baik masyarakat, anggota dewan maupun jajaran Kejaksaan Wonogiri,” tegasnya.
Setyo menekankan, kualitas bangunan tidak boleh dikorbankan demi mengejar waktu penyelesaian proyek. Setiap komponen pembangunan harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan dalam kontrak.
Ia bahkan menegaskan, apabila dalam pelaksanaannya ditemukan komponen bangunan yang tidak sesuai spesifikasi, Pemkab Wonogiri tidak akan tinggal diam.
“Kalau nanti ketahuan ada komponen bangunan yang tidak sesuai spesifikasi, Pemkab akan menolak dan membongkarnya,” tandasnya.
Dengan dimulainya pembangunan tersebut, Pemkab Wonogiri berharap Pasar Slogohimo tidak sekadar kembali berdiri secara fisik, tetapi juga mampu menghidupkan kembali roda perekonomian masyarakat.
Setelah sempat terhenti akibat kebakaran, pasar tersebut diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas perdagangan dan sumber penghidupan bagi ratusan pedagang di Kecamatan Slogohimo dan sekitarnya.(Est/pimred Cahyospirit)






.jpg)









