Unik, Sulap Barang Sederhana Menjadi Produk Bernilai Bersama Ibu-Ibu PKK Dusun Manglu
Wonogiri KMR – Kreativitas dapat lahir dari hal-hal sederhana. Semangat itulah yang ditunjukkan Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 07 Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri melalui kegiatan praktik pemanfaatan barang sederhana dari stik es krim menjadi produk bernilai berupa wadah tisu bersama ibu-ibu PKK Dusun Manglu, Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, Minggu (19/7/2026)
Kegiatan ini merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kreativitas sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya pemanfaatan barang sederhana maupun barang yang sudah tidak terpakai agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Dengan pendekatan praktik langsung, peserta diajak mengolah berbagai bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjadi kerajinan yang menarik dan bermanfaat.
Ketua Kelompok KPM 07 STAIMAS Wonogiri, Muhammad Abdul Ghofar, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga menjadi upaya menumbuhkan budaya kreatif dan kepedulian terhadap lingkungan.
"Kami berharap ibu-ibu PKK dapat mengembangkan keterampilan ini sebagai peluang untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi keluarga, bahkan berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan. Selain itu, kegiatan ini juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar," ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak hangat dan penuh semangat. Ibu-ibu PKK Dusun Manglu mengikuti setiap tahapan praktik dengan antusias. Mereka aktif berdiskusi, bertanya, dan mencoba secara langsung teknik pembuatan kerajinan, sehingga tercipta suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Melalui kreativitas dan inovasi, barang yang sebelumnya dianggap biasa dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan limbah rumah tangga.
Mahasiswa KPM 07 berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar. Dengan demikian, kreativitas masyarakat tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat budaya hidup ramah lingkungan.
Melalui kolaborasi antara STAIMAS Wonogiri dan masyarakat Dusun Manglu, diharapkan tercipta sinergi yang berkelanjutan dalam mewujudkan masyarakat yang kreatif, produktif, mandiri, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. (Ratrinta Herawati Nurjannah/pimred Cahyospirit)














