I SMART PELANGI Antar SD Negeri 2 Sidoharjo Lolos Innovative Government Award (IGA) 2026
Sidoharjo , Wonogiri KMR– Berawal dari keresahan guru terhadap rendahnya keterlibatan siswa saat pembelajaran berlangsung dan kekhawatiran orang tua terhadap penggunaan telepon genggam (HP) yang lebih banyak dimanfaatkan untuk bermain gim, SD Negeri 2 Sidoharjo melahirkan sebuah inovasi pembelajaran digital bernama SI SMART PELANGI (Optimalisasi Smartbook untuk Pengalaman Belajar yang Menyenangkan dan Mengasyikkan).
Inovasi tersebut berhasil menjadi salah satu inovasi unggulan Kabupaten Wonogiri. Setelah diajukan pada Wonogiri Innovation Award (WIA) Tahun 2025, SI SMART PELANGI kembali menorehkan prestasi dengan dinyatakan lolos pada Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Kepala SD Negeri 2 Sidoharjo, Paino, S.Pd., mengatakan bahwa inovasi ini lahir bukan semata-mata karena perkembangan teknologi, tetapi berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi sekolah.
"Kami melihat masih ada siswa yang kurang fokus ketika pembelajaran berlangsung dengan metode ceramah. Di sisi lain, banyak orang tua menyampaikan bahwa anak-anak saat ini hampir semuanya menggunakan HP, tetapi pemanfaatannya lebih banyak untuk bermain gim. Dari situlah kami berpikir bagaimana mengubah HP menjadi media belajar yang bermanfaat," ujarnya.
Menurut Paino, sekolah kemudian mengadakan rapat bersama seluruh guru untuk mencari solusi yang dapat menjawab dua persoalan tersebut sekaligus, yaitu meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas dan mengarahkan penggunaan gawai ke aktivitas yang lebih positif.
Melalui berbagai diskusi, lahirlah gagasan untuk mengembangkan Smartbook, yaitu buku digital interaktif yang dapat diakses melalui telepon genggam siswa kapan saja dan di mana saja.
Berbeda dengan buku pelajaran pada umumnya, Smartbook dirancang lebih menarik dan interaktif. Di dalamnya tersedia materi pembelajaran yang disusun sesuai kurikulum, video pembelajaran, ilustrasi pendukung, tautan sumber belajar, serta soal-soal evaluasi yang dapat dikerjakan secara mandiri oleh siswa.
Dengan konsep tersebut, proses belajar tidak lagi terbatas di ruang kelas. Guru dapat mengarahkan siswa untuk mempelajari materi sebelum pembelajaran dimulai, mengulang kembali materi setelah pelajaran selesai, maupun mengerjakan evaluasi secara mandiri di rumah menggunakan perangkat yang telah mereka miliki.
"Kami ingin mengubah paradigma bahwa HP bukan hanya untuk hiburan. Jika dimanfaatkan dengan tepat, HP dapat menjadi sarana belajar yang efektif, menarik, dan menyenangkan. Inilah semangat yang kami bawa melalui SI SMART PELANGI," tambah Paino.
Sejak diterapkan, inovasi tersebut memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran. Guru lebih mudah menyajikan materi secara variatif karena dapat memadukan penjelasan langsung dengan media digital. Siswa pun menjadi lebih aktif, antusias, dan memiliki kesempatan belajar secara mandiri sesuai kecepatan belajarnya masing-masing.
Tidak hanya di sekolah, manfaat inovasi juga dirasakan oleh orang tua. Smartbook membantu mereka mendampingi putra-putrinya belajar di rumah sekaligus mengarahkan penggunaan HP ke aktivitas yang lebih produktif dan edukatif.
Keberhasilan SI SMART PELANGI lolos dalam Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari kebutuhan nyata di sekolah mampu memberikan solusi bagi tantangan pendidikan di era digital.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi SD Negeri 2 Sidoharjo untuk terus mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Melalui SI SMART PELANGI, SD Negeri 2 Sidoharjo menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang rumit atau mahal. Sebaliknya, inovasi dapat lahir dari kepedulian terhadap persoalan sehari-hari dan keberanian mengubah tantangan menjadi peluang. Ketika guru, sekolah, dan orang tua mampu berkolaborasi, telepon genggam yang semula dikhawatirkan menjadi sumber distraksi justru dapat bertransformasi menjadi jendela ilmu pengetahuan yang mendukung lahirnya generasi pembelajar yang mandiri, kreatif, dan siap menghadapi perkembangan zaman.(Eko Tito/pimred Cahyospirit)














