BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Sinergi Mahasiswa KPM STAIMAS Wonogiri dan KWT Sendangijo Berdayakan Lahan Instansi Menjadi Sentra Sayur-Lele Terpadu

Kelompok 2 Posko 07 STAIMAS Wonogiri dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sendangijo , Selogiri, Wonogiri

WONOGIRI KMR  – Kolaborasi antara mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 2 Posko 07 STAIMAS Wonogiri dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sendangijo , Selogiri, Wonogiri menghadirkan inovasi nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui semangat gotong royong, keduanya berhasil mengubah lahan kosong milik instansi pemerintah menjadi kawasan pertanian terpadu yang produktif dan bernilai ekonomi.

Keunikan program ini terletak pada pemanfaatan aset publik yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Lahan kosong milik instansi pemerintah disulap menjadi kebun hortikultura sekaligus sentra budidaya ikan lele. Langkah ini menunjukkan bahwa aset negara dapat diberdayakan menjadi ruang produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ketua Kelompok 2 KMP STAIMAS, Hendrik Yulianto menuturkan dalam pelaksanaannya, mahasiswa KPM tidak hanya mendampingi proses budidaya, tetapi juga aktif turut membantu menyelesaikan kendala yang dihadapi petani. Salah satunya ketika tanaman mentimun yang baru ditanam terserang hama hingga menyebabkan banyak bibit layu dan mati.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa bersama anggota KWT segera melakukan penanganan dengan menyemprotkan pestisida sesuai kebutuhan untuk mengendalikan serangan hama. Mereka juga bergotong royong membersihkan tanaman yang telah mati serta menata kembali lahan agar siap ditanami bibit baru. Pendampingan ini menjadi bukti nyata kepedulian mahasiswa dalam mendukung keberlanjutan pemberdayaan masyarakat. Upaya pelestarian lingkungan juga menjadi bagian dari penerapan ekoteologi umat beragama. 

Tidak hanya menghasilkan sayuran segar, kawasan pertanian ini juga menerapkan konsep pertanian terpadu (integrated farming) melalui pengembangan kolam budidaya ikan lele yang berada di tengah area kebun. Integrasi sektor hortikultura dan perikanan tersebut mampu meningkatkan diversifikasi pangan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi warga.

Kerja keras masyarakat kini mulai membuahkan hasil. Sayuran segar hasil budidaya KWT Desa Sendangijo telah berhasil dipasarkan secara berkelanjutan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nambangan. Kerja sama ini tidak hanya memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani, tetapi juga mendukung penyediaan bahan pangan segar dan berkualitas untuk program pemenuhan gizi masyarakat. (Melysa Linda Sary/pimred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar