Tragis, Remaja Meninggal Dunia Akibat Tenggelam Saat Bermain di Sungai Desa Pondok, Tim SAR Tutup Operasi Pencarian
Sukoharjo KMR– Peristiwa kecelakaan air (laka air) merenggut nyawa seorang remaja di aliran sungai wilayah Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, pada Jumat sore. Korban diketahui bernama Ferdy (13), warga Padakan RT 02 RW 01, Desa Pondok, Kecamatan Grogol.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, korban berangkat bersama dua orang temannya menuju sungai sekitar pukul 14.00 WIB untuk bermain air. Kedua temannya yang turut berada di lokasi masing-masing adalah Yoga (13) dan Zaki (12).
Saat mereka bermain di sungai, Yoga mengajak kedua temannya untuk menghentikan aktivitas tersebut dan pulang agar dapat bermain sepak bola di lapangan. Ajakan itu disambut oleh Zaki, namun Ferdy memilih tetap berada di sungai. Korban justru bergerak menuju bagian tengah sungai yang memiliki kedalaman lebih tinggi.
Beberapa saat kemudian, Ferdy diduga kehilangan pijakan dan tenggelam. Menyadari rekannya tidak muncul ke permukaan, Zaki berusaha memberikan pertolongan dengan mendekati lokasi korban. Namun, tindakan tersebut dicegah oleh Yoga karena dikhawatirkan justru akan membahayakan keselamatan Zaki.
Peristiwa tenggelamnya korban diperkirakan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Warga yang menerima informasi mengenai kejadian tersebut kemudian segera melaporkannya kepada pihak terkait pada pukul 16.00 WIB agar proses pencarian dapat segera dilakukan.
Menerima laporan tersebut, SRU SAR Kabupaten Sukoharjo langsung melakukan asesmen di lokasi kejadian sekaligus mengerahkan personel beserta peralatan penyelamatan. Tim SAR tiba dan memulai operasi pencarian sekitar pukul 16.50 WIB.
Dalam pelaksanaan operasi, tim menggunakan metode body rafting dengan menyisir aliran sungai yang memiliki kedalaman sekitar dua meter. Penyisiran dilakukan secara sistematis dengan memperhatikan kondisi arus dan karakteristik sungai guna mempercepat proses pencarian korban.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 17.15 WIB, korban berhasil ditemukan sekitar 50 meter dari titik awal atau datum kejadian. Saat ditemukan, Ferdy sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Setelah korban berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya, operasi pencarian dan penyelamatan secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai maupun lokasi perairan lainnya. Bermain di sungai yang tampak dangkal sekalipun tetap memiliki risiko, terutama apabila terdapat arus, lubang, atau perubahan kedalaman yang tidak terlihat dari permukaan.
Pihak terkait juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi keadaan darurat di wilayah perairan sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan risiko yang lebih besar dapat diminimalkan.(Eko Tito/Cahyospirit)
.
