Geger, Dapur Rumah Warga di Tirtomoyo Ludes Terbakar, Diduga Berawal dari Sisa Api Usai Memasak
Wonogiri KMR – Musibah kebakaran menimpa rumah milik Supriyadi, warga RT 01 Dusun Pakelan, Desa Sidorejo ,Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, pada Kamis, 16 Juli 2026. Peristiwa yang menghanguskan bagian dapur rumah tersebut diduga dipicu oleh sisa api yang belum benar-benar padam setelah digunakan untuk memasak pada pagi hari.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari warga sekitar, pada pagi hari pemilik rumah selesai memasak dan mengira api di dapur telah padam sepenuhnya. Karena merasa kondisi sudah aman, Supriyadi kemudian berangkat ke ladang untuk bekerja seperti biasa.
Namun sekitar pukul 11.00 WIB, seorang tetangga melihat kepulan asap hitam membumbung tinggi dari arah rumah Supriyadi. Awalnya warga mengira hanya asap biasa, tetapi setelah diamati lebih dekat, ternyata api sudah membesar dan membakar bagian dapur rumah.
Menyadari adanya kebakaran, warga sekitar segera berteriak meminta pertolongan. Dalam waktu singkat, puluhan warga berdatangan membawa peralatan seadanya, seperti ember, gayung, dan alat penampung air lainnya, untuk membantu memadamkan api. Di tengah upaya pemadaman, warga juga berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dievakuasi agar tidak ikut dilalap si jago merah.
Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena keterbatasan pasokan air di sekitar lokasi. Meski demikian, semangat gotong royong masyarakat tidak surut. Warga terus bergantian menyiram api hingga kobaran berhasil dikendalikan. Setelah perjuangan sekitar 2 hingga 3 jam, api akhirnya dapat dipadamkan sepenuhnya sehingga tidak merambat ke bagian rumah lainnya maupun ke bangunan milik warga sekitar.
Akibat kejadian tersebut, bagian dapur rumah mengalami kerusakan berat hingga habis terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp25 juta.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah, terutama setelah memasak menggunakan tungku atau sumber api lainnya. Kewaspadaan sederhana dapat mencegah terjadinya kebakaran yang berpotensi menimbulkan kerugian besar.
Di balik musibah ini, aksi cepat dan kepedulian warga Dusun Pakelan patut diapresiasi. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dalam membantu memadamkan api dan menyelamatkan harta benda menjadi bukti bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana.(Yayok /Pimred Cahyospirit)


