BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Riset Pasar Jadi Fondasi Penting bagi Copywriter dan Marketing Writer

Koranmediarakyat.com — Kemampuan menulis yang menarik saja tidak lagi cukup untuk memenangkan persaingan pemasaran di era digital. Pelatihan bertajuk "Riset Pasar untuk Copywriter dan Marketing Writer" menegaskan bahwa riset pasar menjadi langkah awal yang menentukan keberhasilan sebuah strategi komunikasi pemasaran.

Dalam pelatihan tersebut dijelaskan bahwa riset pasar merupakan proses mengumpulkan, menganalisis, dan memahami informasi mengenai pelanggan, pesaing, serta kondisi pasar. Hasil riset membantu penulis menghasilkan pesan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen sehingga lebih efektif dalam mendorong keputusan pembelian maupun membangun kepercayaan.

Materi pelatihan menyoroti bahwa banyak copywriter gagal mencapai target karena menulis berdasarkan asumsi pribadi. Tanpa riset, pesan promosi berpotensi tidak relevan dengan masalah yang dihadapi pelanggan. Sebaliknya, riset memungkinkan penulis mengetahui kebutuhan utama konsumen, memahami bahasa yang digunakan target pasar, serta menentukan manfaat produk yang paling dicari.

Pelatihan juga membedakan peran copywriter dan marketing writer. Copywriter berorientasi pada peningkatan penjualan melalui media seperti iklan digital, landing page, headline, dan email promosi. Sementara itu, marketing writer lebih berfokus membangun hubungan dengan pelanggan melalui artikel blog, newsletter, e-book, dan studi kasus guna meningkatkan kesadaran merek serta loyalitas pelanggan.

Dalam sesi praktik, peserta mempelajari tahapan riset pasar yang dimulai dari mengenali produk, menentukan target audiens berdasarkan aspek demografi, geografi, psikografi, dan perilaku, hingga menemukan pain point atau permasalahan utama yang mendorong pelanggan mencari solusi.

Berbagai teknik pengumpulan data juga diperkenalkan, antara lain wawancara pelanggan, membaca ulasan di marketplace dan media sosial, menganalisis strategi kompetitor, serta mengamati percakapan konsumen di berbagai platform digital. Peserta diingatkan agar tidak menyalin strategi pesaing, melainkan memanfaatkannya untuk menemukan peluang yang belum dimanfaatkan.

Materi berikutnya membahas cara mengubah hasil riset menjadi copy yang lebih persuasif. Contoh yang diberikan menunjukkan bahwa pesan promosi akan lebih efektif ketika secara langsung menjawab kebutuhan nyata pelanggan dibandingkan hanya menyampaikan klaim umum mengenai keunggulan produk.

Untuk membantu proses penulisan, peserta dikenalkan pada beberapa formula populer seperti PAS (Problem–Agitation–Solution), AIDA (Attention–Interest–Desire–Action), dan FAB (Feature–Advantage–Benefit). Ketiga pendekatan tersebut dinilai mampu membantu penulis menyusun pesan pemasaran secara lebih sistematis.

Selain itu, pelatihan menekankan pentingnya penyusunan persona pelanggan sebagai gambaran karakter target pasar. Dengan memahami usia, pekerjaan, tujuan, kebiasaan, media favorit, serta gaya bahasa pelanggan, penulis dapat menghasilkan komunikasi yang lebih relevan dan mudah diterima.

Sebagai bagian dari evaluasi, peserta diminta mengerjakan studi kasus mengenai pemasaran kopi premium lokal. Penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan mengidentifikasi target pasar, menemukan pain point, menganalisis kompetitor, menyusun persona pelanggan, serta menghasilkan headline dan paragraf promosi yang berbasis hasil riset.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menjadikan riset pasar sebagai fondasi utama dalam setiap proses penulisan sehingga strategi komunikasi yang dihasilkan tidak hanya menarik, tetapi juga tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi pemasaran produk maupun pengembangan merek.

Keterangan:

PAS, AIDA, dan FAB adalah formula copywriting—kerangka yang membantu menyusun pesan pemasaran, iklan, atau konten agar lebih persuasif. Masing-masing memiliki pendekatan yang berbeda, tergantung tujuan komunikasi.

1. PAS (Problem–Agitation–Solution)

Formula ini dimulai dengan masalah yang dihadapi audiens, memperjelas dampaknya, lalu menawarkan solusi.

Struktur:

Problem: Sebutkan masalah yang dialami target audiens.

Agitation: Perbesar atau perdalam konsekuensi dari masalah tersebut agar terasa lebih mendesak.

Solution: Tawarkan produk, layanan, atau ide sebagai solusinya.

Contoh:

Sulit bangun pagi meski sudah tidur cukup? (Problem)

Akibatnya, Anda sering terlambat, kurang fokus, dan produktivitas menurun. (Agitation)

Gunakan alarm pintar kami yang menyesuaikan waktu bangun dengan siklus tidur Anda. (Solution)

Cocok untuk:

Landing page

Iklan

Email marketing

Konten yang berfokus pada penyelesaian masalah

2. AIDA (Attention–Interest–Desire–Action)

AIDA menggambarkan perjalanan calon pelanggan dari pertama melihat pesan hingga mengambil tindakan.

Struktur:

Attention: Tarik perhatian.

Interest: Bangun ketertarikan dengan informasi yang relevan.

Desire: Bangkitkan keinginan memiliki atau mencoba.

Action: Ajak melakukan tindakan.

Contoh:

📚 Belajar bahasa Inggris hanya 15 menit sehari! (Attention)

Metode interaktif membantu Anda belajar tanpa merasa bosan. (Interest)

Ribuan pengguna telah meningkatkan skor TOEFL mereka. (Desire)

Daftar gratis sekarang dan mulai belajar hari ini. (Action)

Cocok untuk:

Iklan media sosial

Sales page

Brosur

Presentasi penjualan

3. FAB (Feature–Advantage–Benefit)

FAB membantu menjelaskan mengapa suatu produk bernilai, bukan hanya apa fiturnya.

Struktur:

Feature: Apa yang dimiliki produk.

Advantage: Mengapa fitur itu lebih baik dibanding alternatif.

Benefit: Manfaat nyata bagi pengguna.

Contoh:

Feature: Laptop dengan baterai 18 jam.

Advantage: Tidak perlu sering mengisi daya saat bekerja di luar.

Benefit: Anda bisa tetap produktif sepanjang hari tanpa khawatir kehabisan baterai.

Perbedaan penting:

Feature = spesifikasi.

Advantage = keunggulan dari spesifikasi tersebut.

Benefit = dampak positif yang dirasakan pelanggan.

Cocok untuk:

Deskripsi produk

Presentasi penjualan

Marketplace

Katalog

Perbandingan singkat

Formula Fokus utama Paling cocok untuk

PAS Menyelesaikan masalah pelanggan Iklan, landing page, email

AIDA Mengarahkan calon pelanggan dari perhatian hingga tindakan Iklan, sales page, promosi

FAB Menjelaskan nilai dan manfaat produk Deskripsi produk, presentasi, marketplace

Kapan menggunakan masing-masing?

Gunakan PAS jika target audiens sudah merasakan masalah dan Anda ingin menunjukkan bahwa ada solusi.

Gunakan AIDA jika tujuan Anda adalah membawa orang dari tahap belum mengenal produk hingga akhirnya mengambil tindakan.

Gunakan FAB jika Anda perlu menjelaskan mengapa fitur produk benar-benar bermanfaat bagi calon pelanggan.

Ketiga formula ini juga bisa dikombinasikan. Misalnya, sebuah landing page dapat dibuka dengan PAS untuk membangun relevansi, dilanjutkan FAB untuk menjelaskan keunggulan produk, dan diakhiri dengan elemen AIDA, khususnya bagian Action, untuk mendorong pembelian atau pendaftaran.

















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar