Mahasiswa KPM STAIMAS Wonogiri Luncurkan Program HALMAP, Dorong UMKM Pokoh Kidul Bersertifikat Halal dan Go Digital
WONOGIRI KMR– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 1 STAIMAS Wonogiri meluncurkan program HALMAP (Halal dan Masuk Peta) sebagai upaya meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui sertifikasi halal dan digitalisasi usaha. Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di Dusun Kajar, Desa Pokoh Kidul, bertepatan dengan pertemuan rutin ibu-ibu RT 01.
Program HALMAP menjadi salah satu inovasi mahasiswa KPM untuk membantu pelaku UMKM menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif. Melalui program ini, UMKM tidak hanya didorong memperoleh sertifikasi halal, tetapi juga dibantu agar lokasi usahanya terdaftar di platform peta digital sehingga lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen.
Sosialisasi disampaikan oleh Siti Rokhana, mahasiswa KPM Kelompok 1 Desa Pokoh Kidul yang bertindak sebagai Penanggung Jawab (PJ) program. Materi yang dipaparkan merupakan hasil pembelajaran yang diperolehnya saat mengikuti Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) Batch VIII di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Dalam penyampaiannya, Siti Rokhana menjelaskan bahwa sertifikasi halal kini menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku UMKM. Selain memberikan jaminan kehalalan produk, sertifikat halal juga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas peluang pemasaran, dan memperkuat daya saing usaha di tengah berkembangnya industri halal di Indonesia.
"Melalui program HALMAP, kami ingin mendampingi UMKM agar tidak hanya memiliki sertifikasi halal, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan usaha yang terdaftar di peta digital, konsumen akan lebih mudah menemukan lokasi usaha mereka," jelasnya.
Selain memberikan pemahaman mengenai prosedur dan persyaratan sertifikasi halal, mahasiswa KPM juga mengenalkan pentingnya transformasi digital bagi UMKM. Para peserta diajak memahami manfaat penggunaan platform digital sebagai sarana promosi sekaligus pencantuman titik lokasi usaha pada layanan peta digital agar semakin dikenal masyarakat.
Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi tersebut, mahasiswa KPM Kelompok 1 telah menyiapkan sejumlah program pendampingan. Di antaranya penyebaran e-flyer edukasi mengenai sertifikasi halal dan digitalisasi UMKM, pendataan pelaku UMKM bersama ketua RT setempat, serta pendampingan bagi pelaku usaha yang bersedia mengurus sertifikasi halal dan mendaftarkan lokasi usahanya ke platform digital.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Yuli, selaku Koordinator Dusun Kajar, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program sekaligus mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan kesempatan pendampingan yang diberikan mahasiswa KPM.
Menurutnya, program HALMAP menjadi langkah nyata dalam membantu UMKM desa agar semakin berkembang dan mampu bersaing di era digital tanpa meninggalkan aspek legalitas produk.
Melalui program HALMAP, mahasiswa KPM STAIMAS Wonogiri berharap pelaku UMKM di Desa Pokoh Kidul, khususnya Dusun Kajar, semakin sadar akan pentingnya sertifikasi halal dan transformasi digital sebagai strategi pengembangan usaha. Dengan legalitas halal yang dimiliki serta kehadiran usaha di peta digital, diharapkan produk-produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. (Sofi Rahmawati/pimred Cahyospirit)
