Mahasiswa KPM STAIMAS Wonogiri Eksplorasi Potensi Desa Slogoretno, Siap Dorong Promosi dan Pengembangan BUMDes
Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 07 Kelompok 03 Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri mengunjungi kawasan BUMDes Retno Makaryo bersama Kepala Desa Slogoretno, Yusuf Suparmanto, S.M.
Jatipurno , Wonogiri KMR– Potensi pertanian yang melimpah menjadi salah satu kekuatan utama Desa Slogoretno, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri. Untuk mengenali sekaligus menggali potensi tersebut, Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 07 Kelompok 03 Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri mengunjungi kawasan BUMDes Retno Makaryo bersama Kepala Desa Slogoretno, Yusuf Suparmanto, S.M.
Kegiatan yang berlangsung di tengah hamparan persawahan hijau itu menjadi bagian dari upaya mahasiswa KPM dalam memetakan potensi unggulan desa sebagai dasar penyusunan program kerja sekaligus mendukung promosi dan pengembangan ekonomi lokal.
Di kawasan BUMDes Retno Makaryo, mahasiswa melihat secara langsung berbagai komoditas hortikultura yang menjadi andalan desa, seperti cabai, pepaya, dan aneka sayuran. Mereka juga berdialog dengan Kades mengenai strategi pengelolaan pertanian serta pengembangan BUMDes sebagai penggerak perekonomian masyarakat.
Suparmanto menuturkan bahwa BUMDes Retno Makaryo tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha desa, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
"Potensi desa harus terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok tani, masyarakat, dan generasi muda. Dengan inovasi dan promosi yang tepat, hasil pertanian dapat memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Sebagai bagian dari proses pengenalan potensi desa, mahasiswa turut mengunjungi lahan pertanian dan melihat secara langsung proses budidaya hingga hasil panen. Kegiatan tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Desa Slogoretno.
Diskusi juga berlangsung mengenai berbagai peluang pengembangan, mulai dari peningkatan kualitas produk pertanian, strategi pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, hingga pengembangan kawasan sebagai destinasi wisata edukasi berbasis pertanian.
Selain melakukan pemetaan potensi, mahasiswa mendokumentasikan berbagai sudut kawasan BUMDes Retno Makaryo dan panorama alam Desa Slogoretno. Dokumentasi berupa foto dan video tersebut akan dimanfaatkan sebagai materi publikasi digital untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas.
Mahasiswa KPM STAIMAS Wonogiri menilai Desa Slogoretno memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui penguatan sektor pertanian yang dipadukan dengan inovasi, promosi digital, dan pengelolaan BUMDes yang profesional. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi diharapkan mampu mempercepat terwujudnya desa yang mandiri dan berdaya saing.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di kawasan BUMDes Retno Makaryo sebagai simbol komitmen bersama dalam menggali, mengembangkan, dan mempromosikan potensi lokal. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa KPM STAIMAS Wonogiri berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat identitas Desa Slogoretno sebagai desa agraris yang memiliki potensi ekonomi dan wisata berbasis pertanian.(NDR/llk /Pimpred Cahyospirit)
