BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Gladen Ageng Jemparingan Meriahkan Tanggap Warso Jemparingan Wonogiren Sambernyowo ke-10, Ratusan Penjemparing Hadir di Wonogiri

Tanggap Warso Jemparingan Wonogiren Sambernyowo ke-10 yang dikemas melalui kegiatan Gladen Ageng Jemparingan. 

Wonogiri KMR – Suasana Lapangan Komplek GOR Wonogiri dipenuhi semangat kebersamaan dan pelestarian budaya Jawa dalam perhelatan Tanggap Warso Jemparingan Wonogiren Sambernyowo ke-10 yang dikemas melalui kegiatan Gladen Ageng Jemparingan.

 Acara yang digelar pada Minggu, 12 Juli 2026 tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah, tokoh masyarakat, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wonogiri.




Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Wonogiri, Kapolres Wonogiri, Komandan Kodim 0728/Wonogiri, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Ketua KIRIM, Kapolsek Wonogiri Kota, serta sejumlah perwakilan donatur yang selama ini turut memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga tradisional jemparingan di Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperingati satu dekade perjalanan Jemparingan Wonogiren Sambernyowo sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus ajang mempererat tali persaudaraan antarpenjemparing dari berbagai daerah.

Menurut Jamari dari Archery Setia Hati, antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa. Sebanyak 405 penjemparing mengikuti rangkaian Gladen Ageng, sementara 53 penjemparing unggulan turut ambil bagian dalam kategori jegulan yang menjadi salah satu daya tarik utama dalam penyelenggaraan tahun ini.

"Semangat yang terus dijaga adalah semangat greget, sengguh, ora mingguh, yaitu semangat berjuang dengan penuh keyakinan, percaya diri tanpa merasa paling hebat, serta tetap menjunjung tinggi sikap rendah hati. Nilai-nilai tersebut menjadi ruh dalam olahraga jemparingan sekaligus warisan budaya yang harus terus dilestarikan," ungkap Jamari.

Keistimewaan kegiatan tahun ini juga terlihat dari luasnya partisipasi peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain diikuti seluruh bergada jemparingan se-Kabupaten Wonogiri dan kawasan Solo Raya, peserta juga hadir dari Tangerang, Cirebon, Banyumas, Surabaya, hingga Madura. Bahkan, kegiatan ini semakin istimewa dengan kehadiran tamu dari Ekuador, yang menunjukkan bahwa olahraga tradisional jemparingan mulai dikenal hingga tingkat internasional.

Sepanjang kegiatan, para penjemparing menampilkan kemampuan terbaiknya dengan tetap mengedepankan etika, sportivitas, dan filosofi jemparingan yang menekankan ketenangan batin, fokus, serta pengendalian diri. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, Gladen Ageng juga menjadi ruang silaturahmi bagi para pegiat budaya dan pecinta jemparingan untuk saling bertukar pengalaman serta memperkuat persaudaraan.

Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Wonogiri beserta jajaran Forkopimda menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya lokal tetap menjadi perhatian bersama. Kehadiran berbagai unsur pimpinan daerah diharapkan semakin mendorong perkembangan jemparingan sebagai olahraga tradisional yang memiliki nilai budaya, pendidikan karakter, sekaligus potensi wisata budaya di Kabupaten Wonogiri.

Peringatan Tanggap Warso Jemparingan Wonogiren Sambernyowo ke-10 diharapkan menjadi tonggak untuk terus menjaga eksistensi jemparingan di tengah perkembangan zaman. Dengan semangat kebersamaan, pelestarian budaya, dan persaudaraan yang terus dijaga, Jemparingan Wonogiren Sambernyowo optimistis akan semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi penerus yang mencintai budaya bangsa.(Eko Tito/Pimred Cahyospirit)



Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar