Mahasiswa KPM STAIMAS Wonogiri Gelar Sarasehan Pengabdian Masyarakat Internasional di Desa Pokoh Kidul
Wonogiri KMR– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 1 STAIMAS Wonogiri menggelar Sarasehan dan Pengabdian Masyarakat Internasional di Balai Desa Pokoh Kidul, Kabupaten Wonogiri, Minggu (26/7/2026) malam. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara masyarakat dan mahasiswa internasional untuk memperkuat kerja sama akademik, memperluas wawasan global, serta mempererat hubungan lintas budaya.
Sarasehan dihadiri Kepala Desa Pokoh Kidul, Wuryatno beserta jajaran pemerintah desa, Wakil Ketua III STAIMAS Wonogiri, Sugiyanto, S.E., M.Si. Kepala LPPM STAIMAS Wonogiri, Nadhiroh, S.Sos.I., M.I.Kom, Ketua Panitia KPM STAIMAS Wonogiri, Dr. Amir Mukminin, S.Pd.I., M.Pd, jajaran DPL, tenaga kependidikan STAIMAS Wonogiri, mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama dosen pendamping, Karang Taruna Desa Pokoh Kidul, serta mahasiswa KPM Kelompok 1 STAIMAS Wonogiri.
Sugi mengapresiasi Pemerintah Desa Pokoh Kidul yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sarasehan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring internasional sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"STAIMAS Wonogiri setiap tahun mengirim mahasiswa untuk mengikuti program internasional. Pada tahun 2025 kami mengirim mahasiswa ke Malaysia, sedangkan tahun ini mahasiswa mengikuti program magang internasional di Thailand. Kehadiran mahasiswa internasional yang mengikuti Kuliah Pengabdian Masyarakat di Desa Pokoh Kidul juga merupakan bagian dari kerja sama akademik STAIMAS Wonogiri," ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi internasional, pertukaran budaya, dan pengabdian kepada masyarakat perlu terus dikembangkan sebagai bekal mahasiswa menghadapi tantangan global.
Kepala Desa Pokoh Kidul, Wuryatno, menyambut baik kehadiran mahasiswa internasional di desanya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal budaya dari berbagai negara sekaligus memperkenalkan potensi Desa Pokoh Kidul kepada dunia internasional.
"Pokoh Kidul menjadi lebih dikenal dengan hadirnya mahasiswa dari berbagai negara. Kehadiran mereka dapat memotivasi anak-anak muda bahwa mereka juga memiliki kesempatan untuk belajar di luar negeri, sebagaimana mahasiswa internasional yang memilih melanjutkan studi di Indonesia," tutur Wuryatno.
Sementara itu, dosen pendamping mahasiswa internasional UMS, Wijianto, S.T., M.Eng.Sc., menjelaskan bahwa dirinya bertugas mendampingi mahasiswa internasional selama menjalani studi di Indonesia, mulai dari pengurusan dokumen hingga berbagai kebutuhan administrasi.
"Saya mendampingi lima mahasiswa internasional untuk mengikuti kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat di Desa Pokoh Kidul bersama mahasiswa STAIMAS Wonogiri," jelasnya.
Dalam sesi sarasehan, lima mahasiswa internasional memperkenalkan diri sekaligus mempresentasikan budaya negara asal masing-masing. Mereka adalah Yoon Eaindray dari Myanmar, Mohamed Saidu Jalloh dari Sierra Leone, Adamu Alhaji Ado dari Nigeria, Basheer Anwar Ibrahim Rajeh dari Yaman, serta Abubaker Esmat Hamza dari Sudan. Selain mengenalkan budaya dan tradisi negaranya, mereka juga berbagi pengalaman serta alasan memilih Indonesia sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi.
Suasana hangat dan penuh keakraban tetap terasa meski di tengah acara sempat terjadi pemadaman listrik. Kondisi tersebut tidak mengurangi antusiasme peserta. Panitia dari Mahasiswa KPM Kelompok 1 STAIMAS Wonogiri dengan sigap menyalakan lilin sebagai penerangan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung hingga selesai.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran acara sekaligus harapan agar program Kuliah Pengabdian Masyarakat yang sedang berlangsung dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui sarasehan ini, Mahasiswa KPM Kelompok 1 STAIMAS Wonogiri berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara masyarakat Desa Pokoh Kidul dengan mahasiswa internasional. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan sikap saling menghargai keberagaman budaya, memperluas wawasan global masyarakat, serta memperkuat semangat kolaborasi lintas negara dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. (Sofi Rahmawati/Pimpred Cahyospirit)














