BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Mahasiswa KPM STAIMAS Wonogiri Edukasi Siswa SMPN 1 Jatipurno Cegah Pernikahan Dini, Bekali Remaja Merancang Masa Depan

Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 03 STAIMAS Wonogiri Desa Slogoretno menggelar Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini

Jatipurno, Wonogiri KMR– Upaya menekan angka pernikahan dini harus dimulai dengan membangun kesadaran remaja sejak di bangku sekolah. Berangkat dari semangat tersebut, Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 03 STAIMAS Wonogiri Desa Slogoretno menggelar Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini bagi seluruh siswa kelas VIII dan IX SMP Negeri 1 Jatipurno, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman SMP Negeri 1 Jatipurno ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya menunda pernikahan hingga mencapai usia yang matang, sekaligus mendorong mereka untuk memprioritaskan pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan secara lebih terencana.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para siswa mengikuti materi dengan serius dan aktif berdiskusi dalam sesi tanya jawab, menunjukkan tingginya kepedulian mereka terhadap isu yang saat ini masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

Hadir sebagai narasumber, Novan Wahyu Primadi, S.H., M.H., yang memaparkan dampak pernikahan dini dari berbagai perspektif, mulai dari aspek hukum, kesehatan, pendidikan, sosial, hingga ketahanan keluarga. Menurutnya, pernikahan merupakan keputusan besar yang memerlukan kesiapan fisik, mental, emosional, dan ekonomi agar mampu membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Ia menjelaskan bahwa pernikahan pada usia anak berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, seperti terputusnya pendidikan, meningkatnya risiko kesehatan ibu dan anak, kesulitan ekonomi keluarga, hingga tingginya potensi konflik rumah tangga akibat belum matangnya kesiapan pasangan.

"Remaja memiliki kesempatan yang sangat besar untuk meraih cita-cita. Gunakan masa muda untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan, bukan terburu-buru memasuki jenjang pernikahan," pesannya di hadapan para siswa.

Selain membahas bahaya pernikahan dini, narasumber juga mengajak peserta untuk lebih bijak menggunakan media sosial, menjaga pergaulan, serta berani menolak berbagai perilaku yang dapat mengancam masa depan mereka.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan siswa, mulai dari batas minimal usia menikah menurut hukum di Indonesia, dampak sosial pernikahan dini, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan remaja agar terhindar dari pernikahan pada usia anak. Seluruh pertanyaan dijawab dengan bahasa yang komunikatif sehingga materi mudah dipahami peserta.

Pihak SMP Negeri 1 Jatipurno menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pembinaan peserta didik. Sekolah berharap sosialisasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran siswa untuk menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan besar dalam kehidupan.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KPM Kelompok 03 STAIMAS Wonogiri berharap para siswa semakin memahami bahwa masa remaja merupakan periode emas untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, mereka diharapkan mampu mengambil keputusan secara bijaksana, menghindari pernikahan dini, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, berpendidikan, dan siap mewujudkan masa depan yang lebih baik. (Ervina Rahmawati/Pimpred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar