BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Desa Soco, Slogohimo, Jadi Lokasi Modul Pedesaan Sustainable Development Field School UKSW–University of Sydney 2026

Desa Soco, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, menjadi lokasi utama Modul Pedesaan dalam Sustainable Development Field School 2026

Slogohimo,Wonogiri KMR - Desa Soco, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, menjadi lokasi utama Modul Pedesaan dalam Sustainable Development Field School 2026, program kolaborasi tahunan antara Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan University of Sydney, Australia. Selama sepekan, mahasiswa dari kedua universitas tinggal bersama keluarga angkat (homestay) warga Desa Soco untuk mempelajari langsung dinamika transformasi agraria dan penghidupan masyarakat pedesaan Jawa.

Modul Pedesaan dibuka dengan kuliah kerangka konseptual bertajuk "Agrarian Change" oleh Associate Professor Jeff Neilson dari University of Sydney, dilanjutkan sesi metode dan pengantar desa yang dibawakan oleh Linda Susilowati, Ph.D., koordinator Field School dari UKSW. Peserta juga menyusun pertanyaan survei lapangan bersama sebelum berangkat menuju Slogohimo.


Belajar Langsung dari Kehidupan Sehari-hari Warga Soco

Setibanya di Desa Soco, mahasiswa disambut oleh keluarga-keluarga angkat yang menjadi tuan rumah selama masa tinggal mereka di desa. Melalui pengalaman homestay ini, peserta tidak hanya mengamati, tetapi turut merasakan langsung ritme kehidupan warga mulai dari aktivitas pertanian, pengasuhan keluarga, hingga interaksi sosial sehari-hari.

Rangkaian kegiatan mencakup kunjungan ke Pasar Doplang, pasar tradisional yang beroperasi pada pagi hari Minggu, di mana mahasiswa mengikuti sesi berbagi cerita bersama para pedagang setempat. Peserta juga melakukan diskusi kelompok untuk mendapatkan umpan balik atas hasil survei lapangan mereka di balai desa, serta mengikuti sesi latihan gamelan bersama warga sebagai bagian dari pengenalan budaya lokal.

Enam Kelompok, Enam Perspektif tentang Desa

Selama berada di Soco, mahasiswa dibagi ke dalam enam kelompok tematik untuk melakukan observasi dan analisis mendalam mengenai:

Penghidupan dan Migrasi — termasuk kunjungan ke Kampung Milyader untuk mempelajari fenomena migrasi tenaga kerja dan dampaknya bagi desa asal, Gender dan Peran Perempuan,Budaya, Pariwisata, dan Identitas Lokal,Perlindungan Sosial dan Pengembangan Komunitas, Pendidikan dan Kesehatan,Lingkungan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Setiap kelompok mempresentasikan temuan dan analisisnya pada upacara penutupan yang digelar di balai desa, sebagai penanda berakhirnya rangkaian pembelajaran lapangan di Soco sebelum rombongan melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.

Kelanjutan Hubungan Riset dan Komunitas

Desa Soco bukan sekadar lokasi baru bagi Field School   desa ini telah lama menjadi bagian dari perjalanan riset akademik UKSW di Wonogiri, termasuk sebagai salah satu lokasi kajian etnografis tentang transformasi pedesaan dan peran perempuan di Jawa. Kehadiran Field School tahun ini melanjutkan hubungan riset dan komunitas yang telah terjalin, sekaligus memperluas manfaatnya kepada generasi mahasiswa lintas negara.

"Desa Soco memberi mahasiswa gambaran yang sangat kaya tentang bagaimana perubahan agraria dialami secara nyata oleh masyarakat — bukan sebagai konsep abstrak, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari warga," ujar Linda Susilowati, koordinator Field School dari UKSW.

“Dukungan warga Desa Soco tercermin dari keterlibatan aktif keluarga angkat, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa dalam menyambut serta mendampingi mahasiswa selama kegiatan berlangsun,” ujar Dias Woro, salah satu koordinator masyarakat lokal dari Soco.(Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar