Setahun Dana Tak Kunjung Kembali, Nasabah PD BKK Klaten Gelar Ziarah ke Makam Cikal Bakal Klaten sebagai Bentuk Keprihatinan
Klaten KMR – Ratusan hari telah berlalu sejak operasional PD BKK Klaten berhenti, namun harapan para nasabah untuk mendapatkan kembali dana simpanan mereka masih belum menemui kepastian(18/6/2026)
Tepat satu tahun setelah lembaga keuangan daerah tersebut ditutup, sejumlah nasabah yang tergabung dalam paguyuban nasabah PD BKK Klaten menggelar ziarah dan doa bersama di kompleks makam tokoh-tokoh yang diyakini sebagai cikal bakal berdirinya Kabupaten Klaten.
Aksi yang berlangsung khidmat itu menjadi simbol keprihatinan sekaligus ungkapan kekecewaan para nasabah yang hingga kini masih menanti penyelesaian atas hak-hak mereka. Selain berdoa, para peserta juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dapat segera menemukan solusi atas persoalan yang telah berlangsung selama satu tahun terakhir.
Ketua Paguyuban Nasabah PD BKK Klaten, Pur, mengatakan bahwa langkah ziarah tersebut dilakukan setelah berbagai upaya komunikasi dan audiensi yang dilakukan selama ini belum menghasilkan kepastian yang diharapkan para nasabah.
“Kami datang ke sini untuk berdoa. Semoga hati Bapak Bupati dan Bapak Gubernur terbuka, sehingga ada jalan keluar yang terbaik bagi kami. Sampai hari ini kami merasa belum mendapatkan kepastian. Yang kami perjuangkan adalah hak kami sendiri, yaitu dana yang kami simpan di PD BKK Klaten,” ujarnya.
Menurut Pur, para nasabah memahami bahwa penyelesaian persoalan ini membutuhkan proses. Namun demikian, mereka berharap pemerintah tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut tanpa kejelasan.
“Kami melihat pemerintah daerah dan pemerintah provinsi seperti menemui jalan buntu. Karena itu kami terus berupaya mengingatkan bahwa masih ada masyarakat yang menunggu haknya dikembalikan. Kami hanya ingin uang kami kembali,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan doa bersama tersebut bertepatan dengan satu tahun penutupan PD BKK Klaten. Momen itu dipilih sebagai bentuk refleksi sekaligus pengingat bahwa persoalan yang dihadapi para nasabah belum terselesaikan.
“Sudah tepat satu tahun sejak PD BKK Klaten ditutup. Kami akan terus mengupayakan agar hak-hak nasabah dapat dipenuhi. Harapan kami sederhana, ada kepastian dan penyelesaian yang nyata,” tegasnya.
Sementara itu, sesepuh sekaligus Ketua Umum Aksi Solidaritas Peduli Nasabah PD BKK Klaten, Toha Ika PMII Kabupaten Klaten, menjelaskan bahwa ziarah tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama para nasabah yang merasa semakin kehilangan harapan setelah menunggu selama satu tahun.
Menurutnya, para peserta ziarah mendatangi makam tokoh-tokoh yang dihormati masyarakat Klaten, seperti Eyang Kyai Melati, Eyang Melati Putri, dan Eyang Donorokso. Di tempat tersebut mereka memanjatkan doa kepada Allah SWT serta menyampaikan harapan agar kondisi yang tengah dialami masyarakat mendapat perhatian.
“Sore hari ini kami berdoa kepada Allah SWT dan secara simbolis melaporkan keadaan yang sedang terjadi kepada para leluhur atau cikal bakal Klaten. Kami ingin menyampaikan bahwa Klaten saat ini sedang tidak baik-baik saja karena masih banyak nasabah yang belum mendapatkan haknya,” ujar Toha.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ritual budaya, melainkan bentuk ekspresi keprihatinan masyarakat yang merasa perjuangannya belum mendapatkan hasil.
“Ide ziarah ini muncul dari kebersamaan para nasabah. Ini adalah bentuk keputusasaan yang dirasakan karena sudah satu tahun berlalu dan dana yang kami simpan belum juga dikembalikan oleh PD BKK Klaten. Kami ingin mengetuk hati semua pihak yang memiliki kewenangan untuk membantu menyelesaikan persoalan ini,” katanya.
Dalam suasana yang penuh haru, para peserta tampak khusyuk memanjatkan doa. Sebagian di antara mereka mengaku menyimpan dana hasil tabungan bertahun-tahun yang hingga kini belum dapat diakses. Kondisi tersebut disebut telah berdampak pada berbagai kebutuhan keluarga, mulai dari pendidikan anak, kebutuhan usaha, hingga kebutuhan sehari-hari.
Melalui kegiatan ziarah dan doa bersama tersebut, para nasabah berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta seluruh pihak terkait dapat segera menghadirkan solusi yang memberikan kepastian hukum dan kepastian pengembalian dana masyarakat.
Mereka menegaskan bahwa perjuangan akan terus dilakukan melalui jalur yang damai dan sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi para nasabah, pengembalian dana bukan hanya soal nilai ekonomi, melainkan juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang selama ini dipercaya untuk menyimpan hasil jerih payah mereka.
Hingga kegiatan berakhir, para peserta tetap menyuarakan harapan yang sama: agar hak-hak nasabah PD BKK Klaten dapat segera dipenuhi dan persoalan yang telah berlangsung selama satu tahun itu menemukan titik terang. Ziarah ke makam para cikal bakal Klaten pun menjadi simbol kuat atas harapan yang masih mereka gantungkan di tengah penantian panjang yang belum berujung.(Aulia/Pimred Cahyospirit)


