Semarak Pawai Obor 1 Muharram 1448 Hijriah di Desa Anjun, Ribuan Warga Tumpah Ruah Sambut Tahun Baru Islam dan Harla Bung Karno ke-125
peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir (Harla) Bung Karno ke-125 tahun
Purwakarta, Jabar KMR - Suasana penuh khidmat sekaligus meriah mewarnai peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir (Harla) Bung Karno ke-125 tahun, Senin, 15 Juni 2026. Ribuan warga memadati jalanan untuk mengikuti Pawai Obor yang dimulai dari Kampung Cidadapan, Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan tersebut kembali digagas oleh Hj. Novita Purwanti, SE, Anggota Legislatif Daerah Pemilihan (Dapil) 5 dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan di wilayah Plered dan sekitarnya.
Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai kalangan mulai berdatangan untuk mengikuti rangkaian acara. Menjelang malam, ribuan peserta yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan, berbaris rapi membawa obor yang menyala terang. Cahaya obor yang membentang sepanjang rute pawai menciptakan pemandangan yang begitu indah dan sarat makna, sebagai simbol semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik di tahun baru Islam.
Menurut panitia, jumlah peserta yang mengikuti pawai obor tahun ini mencapai sekitar 3.000 orang. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi, menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tradisi keagamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Plered.
Dalam momentum yang istimewa ini, peringatan Tahun Baru Islam juga bertepatan dengan Hari Lahir Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Bung Karno, yang lahir pada 16 Juni 1901. Perpaduan dua momentum besar tersebut menghadirkan nuansa reflektif bagi masyarakat untuk mengenang jasa para pendiri bangsa sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pawai obor yang berlangsung dengan tertib dan aman tersebut seolah menjadi pengingat bahwa masyarakat Indonesia patut bersyukur dapat menjalankan berbagai kegiatan keagamaan dengan damai dalam suasana negara yang merdeka. Nilai persatuan dan kebersamaan tampak begitu nyata ketika masyarakat dari berbagai latar belakang dapat membaur tanpa sekat.
Tidak hanya warga biasa, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga unsur pemerintahan turut hadir dan berjalan bersama dalam pawai. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran harmonisnya hubungan antara masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam membangun kehidupan sosial yang kondusif.
Kecamatan Plered sendiri selama ini dikenal luas sebagai salah satu daerah yang memiliki kehidupan religius yang kuat. Julukan "Kota Santri" yang melekat pada wilayah ini bukanlah tanpa alasan. Berbagai kegiatan keagamaan rutin digelar, terutama menjelang dan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam.
Sebelum pelaksanaan pawai obor, masyarakat juga telah disuguhkan dengan berbagai perlombaan bernuansa Islami yang diselenggarakan di berbagai wilayah Kecamatan Plered dan sekitarnya. Kegiatan tersebut antara lain lomba Tilawatil Qur'an, pembacaan puisi keagamaan, hadroh, hingga fashion show busana muslim. Berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam turut berpartisipasi aktif dalam menyemarakkan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan dan silaturahmi, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda agar semakin mencintai nilai-nilai agama dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat.
Di sela-sela kegiatan, awak media sempat berbincang dengan salah seorang warga yang turut mengikuti pawai obor. Ia mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya terhadap penyelenggaraan acara yang dinilai konsisten dilaksanakan setiap tahun.
"Saya sangat bangga dengan kegiatan yang digagas oleh Ibu Hj. Novita Purwanti. Beliau selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya memberikan dukungan tenaga dan pikiran, tetapi juga berkorban secara materi demi terlaksananya kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi warga. Beliau bukan hanya seorang anggota legislatif, tetapi juga tokoh masyarakat yang sangat dicintai," ujarnya.
Menurut warga tersebut, keberadaan sosok yang peduli terhadap kegiatan sosial dan keagamaan menjadi salah satu faktor penting yang membuat berbagai program kemasyarakatan di wilayah Plered dapat berjalan dengan baik dan mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Pawai Obor 1 Muharram 1448 Hijriah di Desa Anjun akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan pergantian tahun dalam kalender Islam. Kegiatan ini menjadi simbol persatuan, kebersamaan, serta semangat menjaga tradisi keagamaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Dengan melibatkan sekitar 3.000 peserta dari berbagai usia dan latar belakang, kegiatan tersebut membuktikan bahwa semangat religius masyarakat Plered tetap terjaga dengan baik. Di tengah perkembangan zaman, tradisi pawai obor masih mampu menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.
Masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari upaya melestarikan tradisi keagamaan sekaligus memperkuat persatuan dan kerukunan di tengah kehidupan sosial masyarakat Kabupaten Purwakarta.. ( Ragil/ edi Kusnendy/pimred Cahyospirit)
.jpg)
