BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Ratusan Ibu-Ibu Padati UPTD Litbang Keramik Anjun dalam Senam Bersama yang Dipelopori Hj. Novita Purwanti, S.E. Senam sehat Dan Turnamen Volly Ball

Kegiatan yang dipelopori oleh Hj. Novita Purwanti, S.E., Anggota Legislatif Daerah Pemilihan (Dapil) V dari Fraksi PDI Perjuangan, tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Purwakarta ,Jawa Barat KMR– Semangat nasionalisme, kebersamaan, dan gaya hidup sehat berpadu menjadi satu dalam kegiatan Senam Bersama Memperingati Hari Lahir (Harla) Ir. Soekarno, yang digelar di halaman UPTD Litbang Keramik Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Kegiatan yang dipelopori oleh Hj. Novita Purwanti, S.E., Anggota Legislatif Daerah Pemilihan (Dapil) V dari Fraksi PDI Perjuangan, tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Sejak pagi hari, ratusan peserta yang sebagian besar merupakan kaum ibu dari berbagai wilayah di Kecamatan Plered dan sekitarnya mulai memadati lokasi acara. Mereka hadir dengan penuh antusias mengenakan atribut bernuansa merah yang menjadi simbol semangat perjuangan, keberanian, dan kecintaan terhadap ajaran Bung Karno. Hamparan warna merah yang memenuhi halaman UPTD Litbang Keramik Anjun menciptakan pemandangan yang begitu semarak, seolah menjadi lautan semangat yang bergelora dalam memperingati hari lahir Sang Proklamator.

Acara diawali dengan senam bersama yang dipandu secara energik dan penuh semangat. Iringan musik yang membangkitkan motivasi membuat para peserta mengikuti setiap gerakan dengan antusias. Selain bertujuan menjaga kesehatan jasmani, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Novita Purwanti, S.E. menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Bung Karno bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk kembali mengingat, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh Bapak Bangsa Indonesia tersebut.

Menurutnya, Bung Karno adalah sosok yang tidak hanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga meletakkan fondasi kebangsaan yang hingga kini menjadi pegangan seluruh rakyat Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Bung Karno mengajarkan kepada kita tentang arti perjuangan, persatuan, keberanian, dan kecintaan terhadap tanah air. Nilai-nilai tersebut harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari agar bangsa ini tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman," ujar Hj. Novita di hadapan para peserta.

Dalam sambutannya, ia juga mengingatkan kembali salah satu kutipan paling terkenal dari Bung Karno yang hingga kini masih menjadi sumber inspirasi bagi generasi bangsa.

"Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan ku cabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia."

Menurut Hj. Novita, kutipan tersebut menunjukkan betapa besar keyakinan Bung Karno terhadap kekuatan generasi muda sebagai agen perubahan dan motor penggerak kemajuan bangsa. Oleh karena itu, para pemuda Indonesia harus terus diberikan ruang untuk berkembang, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan negara.

Selain itu, pesan Bung Karno yang sangat terkenal, yakni "Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah" (Jasmerah), juga menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat Indonesia agar tidak melupakan perjuangan para pendahulu bangsa.

Ia menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Dengan memahami sejarah, generasi muda akan memiliki identitas, karakter, serta arah perjuangan yang jelas dalam membangun masa depan Indonesia.

Momentum Hari Lahir Bung Karno, lanjutnya, harus menjadi sarana untuk memperkuat kembali jiwa patriotisme dan nasionalisme masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, masyarakat harus tetap memiliki keteguhan dalam menjaga persatuan bangsa serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai upaya adu domba yang dapat memecah belah rakyat Indonesia.

"Kita tidak boleh mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan pribadi maupun kelompok yang berusaha memecah persatuan bangsa. Indonesia dibangun dengan perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar. Karena itu, tugas kita hari ini adalah menjaga dan merawat persatuan tersebut dengan sebaik-baiknya," tegasnya.

Lebih lanjut, Hj. Novita mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kesehatan jasmani dan rohani sebagai modal utama dalam membangun bangsa. Menurutnya, masyarakat yang sehat akan lebih produktif, lebih optimis, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Kegiatan senam bersama ini menjadi simbol bahwa menjaga kesehatan bukan hanya kebutuhan pribadi, melainkan juga bagian dari tanggung jawab sosial untuk menciptakan masyarakat yang kuat dan berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Novita juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda Indonesia. Ia berharap para pemuda mampu menjadi generasi penerus yang memiliki karakter kuat, semangat belajar tinggi, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan kreativitas dan inovasi.

"Generasi muda harus memiliki jiwa yang kreatif, inovatif, komunikatif, dan inspiratif. Mereka harus berani bermimpi besar, bekerja keras, serta terus mengembangkan kemampuan diri agar mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju dan disegani dunia," ujarnya.

Menurutnya, cita-cita para pendiri bangsa hanya dapat diwujudkan apabila generasi muda memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan karakter, semangat gotong royong, serta pola pikir positif harus terus ditanamkan sejak dini.

Kemeriahan acara semakin bertambah dengan kehadiran salah satu tokoh perempuan inspiratif yang cukup dikenal masyarakat, yaitu Hj. Pipit. Sosok yang telah dianggap sebagai kakak oleh Hj. Novita Purwanti tersebut turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang sarat dengan nilai kebangsaan tersebut.

Kehadiran Hj. Pipit mendapat sambutan hangat dari para peserta. Banyak peserta yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi dan berdiskusi mengenai berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang selama ini dijalankan bersama.

Sepanjang acara berlangsung, suasana penuh keakraban dan kebersamaan begitu terasa. Para peserta tampak menikmati setiap rangkaian kegiatan dengan wajah ceria dan semangat yang tinggi. Gelak tawa, canda, serta interaksi hangat antarwarga menjadi bukti bahwa kegiatan seperti ini mampu memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Ratusan ibu-ibu yang hadir dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa semangat persatuan dan gotong royong masih hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat Purwakarta. Perbedaan usia, profesi, maupun latar belakang tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Indonesia.

Kegiatan Senam Bersama dalam rangka Hari Lahir Bung Karno ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar aktivitas olahraga. Acara ini menjelma menjadi momentum refleksi, penguatan nilai-nilai kebangsaan, serta sarana mempererat hubungan sosial masyarakat.

Melalui kegiatan ini, semangat perjuangan Bung Karno kembali digaungkan, mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa Indonesia membutuhkan masyarakat yang sehat, bersatu, berkarakter, dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat.

Dengan semangat yang diwariskan Sang Proklamator, masyarakat diajak untuk terus menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, meningkatkan kualitas diri, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Sebab sebagaimana yang dicita-citakan Bung Karno, Indonesia yang kuat hanya dapat terwujud apabila rakyatnya sehat, cerdas, bersatu, dan memiliki semangat gotong royong yang tidak pernah padam.

Peringatan Hari Lahir Bung Karno di UPTD Litbang Keramik Anjun Plered tahun ini menjadi bukti nyata bahwa api perjuangan Sang Proklamator masih terus menyala di hati masyarakat. Dari Purwakarta, semangat nasionalisme kembali diteguhkan untuk Indonesia yang lebih maju, berdaulat, adil, dan sejahtera. (Ragil.S/edi kuswendi/Pimpred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar