BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Dawis Mawar 1 Dusun Ngledok Gelar Studi Banding ke Magelang, Menimba Ilmu UMKM untuk Tingkatkan Kemandirian Anggota

Dawis Mawar 1 melaksanakan kegiatan studi banding atau ngangsu kawruh ke Kabupaten Magelang 

Magelang KMR– Semangat belajar dan meningkatkan kapasitas anggota terus ditunjukkan oleh Kelompok Dawis (Dasawisma) Mawar 1 Dusun Ngledok, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri.

Pada Minggu (21/6/2026), rombongan Dawis Mawar 1 melaksanakan kegiatan studi banding atau ngangsu kawruh ke Kabupaten Magelang guna mempelajari berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah berkembang dan berhasil menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan kapasitas anggota yang selama ini rutin dilakukan oleh Dawis Mawar 1. Selain bertujuan menambah wawasan, studi banding juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan kekompakan antaranggota agar semakin semangat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki di lingkungan masing-masing.



Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendatangi tiga lokasi usaha yang berbeda. Tempat pertama hingga ketiga merupakan sentra pembuatan rengginang yang telah lama menjadi usaha rumahan masyarakat setempat. Para anggota mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung proses produksi rengginang, mulai dari pengolahan bahan baku, proses penjemuran, hingga teknik pengemasan yang menarik agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Para pelaku usaha juga berbagi pengalaman mengenai perjalanan usaha mereka dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk menjaga kualitas produk dan memperluas pemasaran. Dari kunjungan ini, anggota Dawis memperoleh banyak inspirasi tentang bagaimana mengembangkan produk olahan pangan yang sederhana namun mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke lokasi peternakan lebah madu. Di tempat ini, peserta diajak mengenal teknik budidaya lebah, perawatan koloni, hingga proses panen madu yang dilakukan secara higienis. Pengelola usaha menjelaskan bahwa budidaya lebah madu memiliki prospek yang menjanjikan karena permintaan pasar yang terus meningkat, baik untuk konsumsi maupun kebutuhan kesehatan.

Kunjungan terakhir dilakukan ke sentra pengolahan gula Jawa di Dusun Sendaren 1, Desa Karangrejo, Kabupaten Magelang. Usaha tersebut menjadi salah satu contoh UMKM yang berhasil mempertahankan tradisi produksi secara turun-temurun sejak generasi kakek dan nenek mereka. Hingga kini, proses pembuatan gula Jawa masih dijaga keasliannya dengan mengutamakan kualitas dan cita rasa khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Di lokasi tersebut, anggota Dawis menyaksikan secara langsung proses penyadapan nira, pengolahan hingga pencetakan gula Jawa. Selain mempelajari teknik produksi, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya menjaga warisan usaha keluarga agar tetap mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.

Ketua Dawis Mawar 1, Setyaningsih, menyampaikan bahwa kegiatan studi banding ini merupakan hasil dari kebersamaan dan komitmen seluruh anggota. Menurutnya, selain aktif menanam berbagai jenis sayuran di pekarangan rumah, anggota juga secara rutin menabung untuk mendukung berbagai kegiatan kelompok, termasuk studi banding ke UMKM serta kegiatan kebersamaan lainnya.

“Sejak tahun 2016, Dawis Mawar 1 mengelola lahan pekarangan lingkungan yang hingga saat ini telah memberikan banyak manfaat bagi anggota. Hasilnya tidak hanya dirasakan dalam bentuk pemenuhan kebutuhan sayur keluarga, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif,” ujar Setyaningsih.

Ia menambahkan bahwa kegiatan menanam sayuran yang selama ini dijalankan menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Namun demikian, anggota juga perlu terus menambah pengetahuan dan wawasan agar mampu mengembangkan potensi ekonomi keluarga melalui berbagai jenis usaha produktif.

“Selain kegiatan menanam sayur, seluruh anggota juga memiliki kebiasaan menabung untuk mendukung kegiatan studi banding ke UMKM dan jalan bersama. Tujuannya agar anggota semakin bersemangat, kompak, dan memiliki wawasan yang lebih luas untuk mengembangkan usaha maupun kegiatan kelompok,” tambahnya.

Melalui studi banding ini, anggota Dawis Mawar 1 mempelajari berbagai aspek penting dalam pengelolaan usaha, mulai dari manajemen keuangan, inovasi produk dan kemasan, hingga strategi pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi anggota dalam mengembangkan usaha rumahan maupun kegiatan produktif lainnya di lingkungan Dusun Ngledok.

Kegiatan studi banding Dawis ke UMKM dinilai sebagai langkah efektif dalam meningkatkan kemampuan kewirausahaan masyarakat. Dengan belajar langsung dari pelaku usaha yang telah berhasil, anggota dapat memperoleh pengalaman nyata yang tidak selalu didapatkan melalui teori semata. Selain itu, kegiatan semacam ini juga membuka peluang kerja sama dan jaringan usaha yang lebih luas.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat diterapkan di lingkungan masing-masing sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan, dedikasi, serta kekompakan yang terus dijaga, Dawis Mawar 1 Dusun Ngledok optimistis dapat terus berkembang menjadi kelompok masyarakat yang aktif, produktif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi keluarga maupun lingkungan sekitar.

 Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa belajar tidak mengenal usia, dan kemauan untuk terus berkembang merupakan modal utama dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera.(Yayok /Pimpred Cahyospirit)











Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar