PT WMP Dukung Pengembangan POBI Melalui Turnamen Biliar WMP CUP, Wadah Pembinaan Atlet dari Pemula hingga Profesional
Klaten KMR– Komitmen dalam mendukung perkembangan olahraga biliar di Indonesia terus ditunjukkan oleh PT WMP melalui penyelenggaraan Turnamen WMP CUP, sebuah ajang kompetisi yang tidak hanya menjadi sarana penyaluran hobi, tetapi juga wadah pembinaan atlet-atlet potensial untuk berprestasi di masa depan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) dalam mencetak generasi atlet biliar yang berkualitas.
Turnamen yang berlangsung selama empat hari tersebut digelar di Eternal Bilyard, yang berlokasi di wilayah Bareng, Kecamatan Klaten Tengah. Kompetisi dibagi menjadi dua kategori, yakni kelas pemula dan kelas profesional, sehingga mampu mengakomodasi berbagai tingkatan kemampuan peserta.
Direktur PT WMP, Widodo, mengatakan bahwa penyelenggaraan WMP CUP merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung kegiatan positif masyarakat, khususnya para pecinta olahraga biliar. Menurutnya, olahraga biliar saat ini tidak lagi sekadar menjadi hiburan, tetapi telah berkembang menjadi cabang olahraga yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.
“Turnamen ini kami adakan sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan olahraga biliar. Banyak pemain yang memiliki bakat dan kemampuan, namun membutuhkan ruang untuk menunjukkan potensinya. Melalui WMP CUP, kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang sekaligus menjadikan hobi sebagai prestasi,” ujar Widodo.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut direncanakan menjadi agenda tahunan PT WMP. Dengan penyelenggaraan yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak pemain muda yang termotivasi untuk menekuni olahraga biliar secara serius.
Widodo mengakui bahwa dirinya juga memiliki ketertarikan terhadap olahraga biliar. Kecintaan terhadap olahraga ini menjadi salah satu alasan yang mendorong PT WMP untuk terus memberikan dukungan nyata melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan kompetitif dan pembinaan.
Sementara itu, pemilik Eternal Bilyard, Endro Raharjo, yang akrab disapa Omjang, menyambut baik kembali digelarnya WMP CUP di tempat usahanya. Menurutnya, turnamen yang diselenggarakan oleh PT WMP kali ini merupakan yang kedua kalinya berlangsung di Eternal Bilyard.
“Alhamdulillah, ini sudah kedua kalinya PT WMP mengadakan turnamen di sini. Kami sangat mendukung karena kegiatan seperti ini memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga biliar sekaligus mempererat hubungan antarpemain,” kata Omjang.
Ia menjelaskan bahwa Eternal Bilyard sendiri dibangun berawal dari kecintaannya terhadap olahraga tersebut. Berkat konsistensi dan minat yang besar terhadap biliar, kini Eternal Bilyard berkembang menjadi salah satu tempat bermain yang cukup dikenal di Klaten.
Fasilitas yang tersedia pun terbilang lengkap. Eternal Bilyard memiliki 18 meja biliar yang tersebar di dua lantai, sehingga mampu menampung banyak pemain dalam satu waktu. Tempat ini beroperasi mulai pukul 11.00 WIB hingga 01.00 WIB dini hari.
Untuk tarif permainan, pengunjung dikenakan biaya Rp20 ribu per jam pada siang hari, sedangkan mulai pukul 15.00 WIB hingga malam hari tarifnya sebesar Rp35 ribu per jam.
Turnamen WMP CUP mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pemain yang datang dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Tidak hanya kaum pria, peserta perempuan juga turut meramaikan kompetisi tersebut.
Menurut Omjang, perkembangan olahraga biliar saat ini semakin inklusif. Jika dahulu biliar sering dipandang sebagai olahraga yang identik dengan kaum pria, kini banyak perempuan yang aktif bermain bahkan mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan.
“Sekarang perempuan bermain biliar sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan banyak atlet dan pemain wanita yang memiliki kemampuan luar biasa. Perkembangan zaman membuat olahraga ini semakin terbuka untuk semua kalangan,” ungkapnya.
Pada kategori pemula yang telah berlangsung selama dua hari pertama, jumlah peserta yang mendaftar mencapai sekitar 120 orang. Dari jumlah tersebut, panitia melakukan penyaringan secara bertahap hingga menghasilkan para pemain terbaik yang berhak masuk ke babak delapan besar dan perebutan gelar juara.
Persaingan berlangsung ketat karena seluruh peserta berusaha menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi sarana belajar dan bertukar pengalaman antar pemain.
Untuk kategori pemula, panitia menyediakan hadiah yang cukup menarik. Juara pertama berhak membawa pulang hadiah sebesar Rp5 juta, sementara para pemenang lainnya juga memperoleh penghargaan sesuai dengan peringkat yang diraih.
Bagi para peserta pemula, WMP CUP menjadi kesempatan berharga untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan mental bertanding. Banyak pemain muda yang memanfaatkan ajang ini untuk mendapatkan pengalaman kompetitif yang mungkin belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Di penghujung kompetisi, panitia menyerahkan hadiah secara langsung kepada para pemenang yang berhasil menembus posisi delapan besar, termasuk juara tiga hingga juara pertama. Momen penyerahan hadiah berlangsung meriah dan mendapat apresiasi dari seluruh peserta maupun penonton yang hadir.
Meski tidak semua peserta berhasil meraih gelar juara, semangat sportivitas tetap menjadi nilai utama dalam turnamen tersebut. Bagi mereka yang belum berhasil, kompetisi ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan mengasah kemampuan agar dapat tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Melalui penyelenggaraan WMP CUP, PT WMP menunjukkan bahwa dukungan terhadap olahraga tidak hanya diwujudkan melalui sponsor semata, tetapi juga melalui penyediaan ruang kompetisi yang sehat dan berkelanjutan. Diharapkan kegiatan seperti ini mampu melahirkan lebih banyak atlet biliar berbakat serta mendukung program pembinaan yang dijalankan POBSI dalam memajukan olahraga biliar di Indonesia.
Dengan semakin banyaknya turnamen dan dukungan dari berbagai pihak, olahraga biliar diharapkan dapat terus berkembang menjadi aktivitas positif yang tidak hanya menyalurkan hobi, tetapi juga membuka jalan menuju prestasi bagi generasi muda Indonesia.(Aulia/Pimred Cahyospirit)

