BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Petani Didorong Kuasai Branding dan Content Marketing di Era Digital

Workshop Strategi Branding dan Content Marketing bagi Petani di Era Digital yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026)

Tirtomoyo,Wonogiri KMR– Sektor pertanian masih menjadi salah satu pilar penting dalam menopang ketahanan pangan nasional. Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki jumlah petani yang besar dan tersebar di berbagai wilayah. Namun di tengah perkembangan teknologi dan persaingan pasar yang semakin terbuka, petani tidak hanya dituntut mampu memproduksi hasil pertanian berkualitas, tetapi juga harus memiliki kemampuan dalam memasarkan produknya secara efektif melalui platform digital.

Kesadaran akan pentingnya kemampuan tersebut mendorong dilaksanakannya Workshop Strategi Branding dan Content Marketing bagi Petani di Era Digital yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini diselenggarakan di Laboratorium Mini Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Alam, Dusun Sumbersari, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo.


Workshop diikuti oleh sekitar 25 peserta yang berasal dari berbagai kelompok masyarakat peduli pertanian dan lingkungan. Peserta berasal dari Kelompok Wanita Tani Lestari Alam Dusun Sumbersari, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo serta Kelompok Peduli Lingkungan Desa Setrorejo, Kecamatan Baturetno.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Universitas Negeri Surakarta (UNS) melalui Program Hibah Pembelajaran Berdampak Magang, bekerja sama dengan Yayasan Gita Pertiwi Surakarta. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam menghadapi tantangan pemasaran di era digital sekaligus memperkuat daya saing produk pertanian lokal.

Mengusung tema "Petani Melek Digital, Produk Lokal Naik Kelas", workshop menghadirkan narasumber Muhammad Rizal Khadafi, S.P., Founder KANS Indonesia. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pemasaran produk, termasuk produk pertanian.

Menurutnya, petani masa kini harus mampu membangun identitas atau branding produk yang kuat agar memiliki nilai tambah di mata konsumen. Branding tidak hanya berkaitan dengan kemasan produk, tetapi juga mencakup cerita, kualitas, serta keunikan yang dimiliki produk lokal sehingga mampu menarik minat pasar yang lebih luas.

“Petani saat ini tidak cukup hanya menghasilkan produk yang baik. Mereka juga harus mampu memperkenalkan produknya kepada masyarakat melalui berbagai media digital. Dengan strategi branding yang tepat, produk lokal dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Selain branding, peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi content marketing melalui pembuatan konten video pendek yang menarik dan informatif. Konten digital dinilai menjadi salah satu sarana promosi yang efektif karena mampu menjangkau konsumen secara cepat melalui berbagai platform media sosial.

Muhammad Rizal menambahkan bahwa saat ini tersedia banyak aplikasi yang dapat dimanfaatkan petani untuk memasarkan produk mereka, seperti Facebook, Instagram, TikTok, WhatsApp Business, hingga platform marketplace. Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, petani dapat membangun komunikasi langsung dengan konsumen sekaligus memperluas jaringan pemasaran tanpa harus bergantung pada metode konvensional.

Selama workshop berlangsung, peserta tidak hanya menerima materi teori tetapi juga diajak memahami teknik dasar pembuatan konten digital yang menarik. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan diskusi mengenai cara meningkatkan penjualan produk pertanian melalui media sosial.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.30 WIB tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi digital para petani dan kelompok masyarakat peduli lingkungan. Dengan kemampuan branding dan pemasaran digital yang semakin baik, produk-produk pertanian lokal diharapkan dapat memiliki daya saing lebih tinggi serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.

Melalui kegiatan ini, para petani didorong untuk tidak hanya menjadi produsen pangan, tetapi juga menjadi pelaku usaha yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Transformasi digital di sektor pertanian diyakini menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di masa depan.

Setelah rangkaian workshop selesai, kegiatan ditutup dengan makan siang bersama sebagai ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat kolaborasi antar kelompok peserta yang hadir.(Maryoto/Pimred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar