Permesta 57 Dan FOR Akbar Sumut Sebut Di Saat Pejabat Sibuk Habiskan Anggaran Perjalanan Dinas, Ada Bayi Gizi Buruk Di Kota Medan
Medan , Sumut KMR - Kesenjangan antara fasilitas mewah pejabat dan masih adanya kasus gizi buruk atau stunting di perkotaan menyoroti masalah struktural terkait tata kelola dan distribusi kesejahteraan.
Kondisi ini mencerminkan beberapa masalah utama di perkotaan:Kesenjangan Sosial dan Ekonomi:
Pertumbuhan pesat kota metropolitan sering kali tidak merata. Masih terdapat permukiman padat dengan sanitasi buruk dan akses air bersih terbatas yang memicu malnutrisi.
Akses Layanan Kesehatan: Keterbatasan edukasi dan ekonomi membuat warga rentan tidak terjangkau program gizi seimbang.
Evaluasi Kebijakan Publik: Kebijakan yang bersumber dari anggaran negara (seperti program bantuan makan bergizi) membutuhkan pengawasan ketat agar benar-benar tepat sasaran dan mencegah masalah teknis di tingkat pelaksana.
Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media bahwa Yayasan Panti Asuhan Kasih Visensia Indonesia yang beralamat di Jalan Kemiri No. 26, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara di temukan seorang anak asuh bernama Elena Enjelita Laia yang berusia sekitar empat tahun dalam kondisi memprihatinkan akibat gizi buruk atau stunting.
Pengurus Yayasan Panti Asuhan Kasih Visensia Indonesia, Martilini Waruwu, menjelaskan bahwa sebelum dibawa ke rumah sakit, Elena mengalami batuk, demam, serta kesulitan menelan makanan saat disuapi.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran pihak panti sehingga mereka berharap adanya bantuan dan perhatian khusus untuk penanganan kesehatan anak tersebut.
Awaluddin Harahap Ketua For Akbar Sumut bersama Nezza Safitri Nasution Komandan Permesta 57 Cabang Kota Medan sangat menyayangkan adanya bayi gizi buruk di panti Asuhan Kota Medan.
"APBD kita besar, pajak di kutipun terus, Pejabat jalan jalan ke Bali tapi rakyatnya ada yang gizi buruk, untuk itu kami akan menggelar Aksi Demo agar Rico Waas serius terkait gizi yang buruk yang ada di Kota Medan," katanya, Jum'at (19/6/2026)
Bung Rico Waas Seharus Tegas dalam hal ini Karna dibawah jajaran Pemko Medan"
Jangan hanya OMON OMON saja dan buat konten kreator tau nya,
Buktinya sampai sekarang masih ada kita temukan anak yang mengalami Gizi buruk"di kota Medan
Berarti lemah nya Pengawasan dan perhatian pemko Medan kepada masarakat apalagi kaum marjinal,* (Pitri NST/Cahyospirit)

.jpg)