Luncuran Lava Pijar Gunung Merapi Terlihat Jelas dari Lereng Selatan pada Jumat Malam
Sleman, Yogyakarta KMR– Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menarik perhatian masyarakat setelah luncuran lava pijar terlihat jelas dari kawasan lereng selatan pada Jumat (5/6/2026) malam. Fenomena alam tersebut terpantau sekitar pukul 20.24 WIB dan dapat disaksikan dari sejumlah titik pengamatan yang berada di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Luncuran material pijar yang berasal dari puncak Merapi tampak mengalir mengikuti jalur aliran lava yang telah terbentuk di lereng gunung. Cahaya merah menyala yang muncul di tengah gelapnya malam menciptakan pemandangan yang mencolok dan menjadi perhatian warga serta relawan yang melakukan pemantauan di sekitar kawasan gunung api aktif tersebut.
Beberapa warga yang berada di sekitar lereng selatan Merapi mengaku dapat melihat dengan jelas pergerakan material panas dari kejauhan. Kondisi cuaca yang cerah tanpa gangguan kabut tebal maupun hujan membuat pijaran lava tampak lebih terang dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Sunaryo, salah seorang warga setempat yang menyaksikan langsung fenomena tersebut, mengatakan bahwa luncuran lava terlihat cukup besar dan berlangsung selama beberapa saat sebelum akhirnya cahaya pijar perlahan berkurang.
“Dari lokasi saya melihat, pijaran lava malam ini terlihat cukup jelas. Warnanya merah terang dan meluncur dari puncak mengikuti alur di lereng gunung. Karena cuaca sedang cerah, cahaya pijarnya tampak sangat mencolok dari kejauhan,” ujar Sunaryo.
Menurutnya, masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar Merapi sudah cukup terbiasa melihat aktivitas serupa. Meski demikian, warga tetap mengikuti perkembangan informasi yang disampaikan oleh petugas pemantauan gunung api sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan aktivitas yang lebih signifikan.
Fenomena luncuran lava pijar sendiri merupakan bagian dari dinamika vulkanik yang kerap terjadi di Gunung Merapi. Material panas yang keluar dari kubah lava akan bergerak menuruni lereng mengikuti jalur yang telah terbentuk akibat aktivitas erupsi sebelumnya. Pada malam hari, material tersebut tampak berwarna merah menyala karena suhu yang masih sangat tinggi.
Sejumlah relawan dan komunitas pemantau Merapi turut mendokumentasikan kejadian tersebut melalui kamera pemantauan maupun rekaman video. Dokumentasi yang beredar menunjukkan aliran material pijar membentuk garis cahaya memanjang di tubuh gunung, memperlihatkan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung hingga saat ini.
Meski terlihat cukup spektakuler, masyarakat diimbau untuk tidak mendekati kawasan berbahaya yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang. Aktivitas di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi juga perlu memperhatikan perkembangan kondisi gunung, terutama saat memasuki musim hujan yang berpotensi memicu aliran lahar.
Petugas pemantauan terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap aktivitas Merapi melalui berbagai instrumen yang terpasang di sekitar gunung. Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi perubahan aktivitas vulkanik dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat secara cepat dan akurat.
Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Aktivitas erupsi efusif berupa guguran lava pijar masih menjadi bagian dari dinamika alam yang terus dipantau oleh para ahli vulkanologi.
Dengan langit malam yang cerah, luncuran lava pijar pada Jumat malam tersebut menjadi pengingat bahwa Merapi masih aktif dan terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diharapkan tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti arahan dan informasi resmi dari instansi terkait demi keselamatan bersama.(Eko Tito/Pimred Cahyospirit)
