Pelatihan “Digital AI Praktis untuk UMKM” Komdigi Dorong Pelaku Usaha Wonogiri Kuasai Teknologi Kecerdasan Buatan
Wonogiri KMR – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar pelatihan bertema “Digital AI Praktis untuk UMKM” di Ruang Khayangan Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 150 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kemampuan digital para pelaku usaha agar mampu bersaing di era transformasi teknologi yang berkembang sangat cepat.
Pelatihan berlangsung dengan antusias sejak pagi hari ,dihadiri Dirjen Komdigi bapak Erwin yang mengapresiasikan kegiatan ini.
Dalam pelatihan ini narasumber Dista Asega, Duta Canva Indonesia, yang membagikan berbagai pengetahuan serta praktik pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pengembangan usaha.
Para peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan AI untuk pembuatan konten promosi, desain pemasaran digital, pengelolaan media sosial, hingga strategi meningkatkan produktivitas usaha secara lebih efektif dan efisien.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Wonogiri, Wiyanto, S.H., M.Si, yang mewakili Bupati Wonogiri. Dalam kesempatan tersebut, Wiyanto membacakan sambutan Bupati Wonogiri yang menegaskan pentingnya transformasi digital bagi pelaku UMKM sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi daerah.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa Kabupaten Wonogiri merupakan wilayah terluas di kawasan Solo Raya dengan luas mencapai 1.905,82 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 1,06 juta jiwa. Selain dikenal sebagai daerah dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, wilayah selatan Wonogiri juga merupakan kawasan karst yang menjadi bagian dari Gunung Sewu Global Geopark UNESCO. Pada tahun 2025 lalu, Kabupaten Wonogiri juga telah memperingati hari jadinya yang ke-285.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa hingga akhir tahun 2025, sebanyak 62.628 UMKM di Wonogiri telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Sebagian besar di antaranya merupakan usaha mikro yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, industri pengolahan, pertanian, kehutanan, perikanan, hingga jasa lainnya. Pendataan dan penerbitan NIB tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam membuka peluang pengembangan usaha sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan.
Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga terus mendorong pengembangan UMKM sebagai bagian dari visi pembangunan daerah tahun 2025–2029. Berbagai program telah disiapkan, mulai dari peningkatan produktivitas ekonomi, penguatan sektor unggulan daerah, pembangunan infrastruktur distribusi, hingga penyelenggaraan pelatihan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing produk lokal.
Menurut Bupati Wonogiri dalam sambutan tertulisnya, pengembangan UMKM harus berjalan seiring dengan upaya menjaga stabilitas ekonomi serta daya beli masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, pemanfaatan digital marketing, e-commerce, sistem pembayaran digital, dan kecerdasan buatan menjadi peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi operasional.
“Melalui pelatihan AI ini diharapkan para pelaku UMKM Wonogiri mampu memanfaatkan teknologi secara optimal untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan oleh Wiyanto.
Sementara itu, narasumber Dista Asega memberikan berbagai contoh penerapan AI yang dapat langsung digunakan oleh pelaku UMKM dalam kegiatan sehari-hari. Mulai dari membuat desain promosi dalam hitungan menit, menyusun ide konten media sosial, membuat deskripsi produk yang menarik, hingga membantu analisis kebutuhan pasar. Menurutnya, teknologi AI bukan lagi sesuatu yang sulit dijangkau, melainkan alat yang dapat menjadi mitra bagi pelaku usaha untuk bekerja lebih cepat dan produktif.
Para peserta tampak aktif mengikuti sesi pelatihan dan diskusi. Banyak di antara mereka yang baru pertama kali mencoba berbagai aplikasi berbasis AI untuk mendukung kegiatan usaha. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan pelaku UMKM terhadap literasi digital yang relevan dengan perkembangan zaman.
Selain memperoleh ilmu dan pengalaman baru, seluruh peserta juga mendapatkan seminar kit dan sertifikat dari Komdigi sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut. Menariknya, para peserta juga menerima oleh-oleh berupa satu kemasan kopi blend Wonogirich ukuran 100 gram, yang menjadi salah satu produk unggulan lokal Kabupaten Wonogiri.
Ketua ASBF Wonogiri, Karsi, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM yang ingin meningkatkan kapasitas usaha melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Saya berharap setelah mengikuti pelatihan tentang AI ini, kami dapat memperluas penjualan produk dan meningkatkan efisiensi operasional usaha. Bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk teman-teman UMKM di Wonogiri,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan tersebut memberikan wawasan baru mengenai digitalisasi yang saat ini menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha. Menurutnya, UMKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dalam persaingan bisnis yang semakin kompetitif.
“Pelatihan ini menambah wawasan tentang digitalisasi untuk UMKM supaya kita tidak ketinggalan di era yang serba digital dan terus berkembang. Walaupun usaha kita masih kecil, jangan sampai tertinggal. Kami juga berharap pelatihan tentang AI seperti ini dapat kembali dilaksanakan di Wonogiri pada tahun depan, karena peserta yang hadir kali ini hanya sekitar 150 UMKM. Masih banyak teman-teman pelaku usaha lain yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan ini,” tambahnya.
Melalui pelatihan “Digital AI Praktis untuk UMKM” ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha di Wonogiri yang mampu memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperkuat daya saing di tingkat regional maupun nasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa transformasi digital tidak hanya menyasar sektor industri besar, tetapi juga hadir untuk memberdayakan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.( Sri M /Pimred Cahyospirit)















