HEBOH,DAMKAR WONOGIRI EVAKUASI MATA PANCING YANG MENANCAP DI KEPALA WARGA, PROSES BERJALAN AMAN DAN LANCAR
Wonogiri KMR– Respons cepat kembali ditunjukkan oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Wonogiri dalam membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat non-kebakaran. Pada Senin (8/6/2026), tim Damkar menerima laporan mengenai seorang warga yang mengalami insiden akibat mata pacing atau mata kail yang tersangkut di bagian kepala.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Dungringin RT 03/RW 13, Desa Giripurwo, Kabupaten Wonogiri. Laporan pertama kali disampaikan oleh seorang warga bernama Satria yang meminta bantuan petugas untuk melakukan evakuasi secara aman guna menghindari risiko cedera yang lebih serius.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu 2 Damkar Wonogiri yang beranggotakan enam personel segera bergerak menuju lokasi kejadian. Kegiatan penanganan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga 15.38 WIB. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan asesmen terhadap kondisi korban dan mempersiapkan langkah evakuasi yang sesuai dengan prosedur keselamatan.
Dalam proses penanganan, Damkar Wonogiri tidak bekerja sendiri. Petugas berkoordinasi dan bekerja sama dengan tenaga medis dari RSUD setempat untuk memastikan proses pelepasan mata pacing dilakukan secara tepat dan meminimalkan risiko infeksi maupun cedera tambahan pada korban.
Dengan mengutamakan keselamatan dan ketelitian, petugas secara bertahap melakukan tindakan evakuasi terhadap mata pacing yang menancap di kepala korban. Berkat kerja sama yang baik antara Damkar dan tenaga kesehatan, proses evakuasi dapat diselesaikan dengan lancar tanpa kendala berarti.
Kepala regu yang bertugas menyampaikan bahwa keberhasilan penanganan tersebut tidak lepas dari respons cepat laporan masyarakat serta koordinasi yang baik antarinstansi. Damkar sebagai layanan kedaruratan tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat lainnya yang membutuhkan pertolongan segera.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa evakuasi berhasil dilaksanakan dengan aman dan korban mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan. Setelah tindakan selesai dilakukan, situasi dinyatakan terkendali dan tidak ditemukan kendala yang menghambat jalannya operasi penyelamatan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Damkar Wonogiri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam penanganan keadaan darurat non-kebakaran yang membutuhkan keterampilan teknis dan kerja sama lintas sektor.
Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Suparno, Mulyanto, Arie, Dwiky, Aldaka, dan Kukuh. Seluruh rangkaian tugas berhasil diselesaikan dengan baik hingga operasi dinyatakan selesai.
Dengan adanya respons cepat dari petugas Damkar dan dukungan tenaga medis, warga berharap pelayanan kedaruratan seperti ini dapat terus hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan sewaktu-waktu.(Riyan /Pimred Cahyospirit)











