BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Dosen UNISRI Dampingi Guru SD 5 Gugus se Kecamatan-Banjarsari Terapkan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Jawa Melalui Kurikulum Muatan Lokal

 

PKM ini digagas untuk menjawab tantangan implementasi Kurikulum Merdeka yang memberi ruang besar bagi muatan lokal

Solo KMR- Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertopik “Penerapan Pendidikan Karakter Melalui Kurikulum Muatan Lokal Budaya Daerah pada Siswa Sekolah Dasar di Surakarta”, Kegiatan dipusatkan di D’Gondangrejo dan diikuti komunitas guru SD se-Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta (4/6).

PKM ini digagas untuk menjawab tantangan implementasi Kurikulum Merdeka yang memberi ruang besar bagi muatan lokal. Di Kecamatan Banjarsari, penguatan karakter siswa melalui kearifan budaya Jawa dinilai strategis mengingat Kota Surakarta sebagai pusat budaya yang terus mendorong pelestarian nilai lokal di tengah arus globalisasi.

Tim PKM UNISRI diketuai Prof.Dr. Siti Supeni, S.H., M.Pd., dengan anggota Ama Farida Sari, S.Pd., M.Pd., Isra Nur Hanifah, S.Pd., M.Pd., dan mahasiswa PPKn Riyana. Dalam kegiatan ini tim juga menyerahkan Media Pembelajaran “Artefak Pitutur Budaya Jawa” kepada PGRI Cabang Kecamatan Banjarsari yang diterima langsung oleh Ketua PGRI Banjarsari, Kartono,S.Pd.,M.Pd.


Ketua Tim PKM, Prof. Dr. Siti Supeni, menyampaikan empat permasalahan utama yang dihadapi guru SD. Pertama, kurikulum muatan lokal berbasis budaya daerah belum terimplementasi secara terprogram dalam pengembangan pendidikan karakter. Kedua, pemahaman guru tentang muatan lokal budaya daerah masih rendah. Ketiga, kegiatan ekstrakurikuler penunjang muatan lokal belum optimal. Keempat, minimnya tenaga pelatih atau praktisi budaya untuk memajukan sekolah.

Untuk itu, tim UNISRI memberikan tiga solusi konkret. Pertama, melakukan pendampingan penerapan Kurikulum Muatan Lokal berbasis budaya daerah dalam pengembangan pendidikan karakter siswa SD di Kota Surakarta. Kedua, menyusun prosedur pengembangan kurikulum muatan lokal berbasis budaya daerah yang praktis digunakan guru. Ketiga, membimbing para guru menyusun draft buku panduan Kurikulum Muatan Lokal berbasis budaya daerah yang ditinjau dari aspek edukatif, rekreatif, maupun kompetitif.

“Harapannya guru-guru  SD di Banjarsari memiliki acuan jelas sehingga nilai-nilai seperti gotong royong, tepa selira, dan unggah-ungguh dapat masuk dalam pembelajaran harian. Artefak Pitutur Budaya Jawa yang kami berikan bisa menjadi media pembelajaran konkret di kelas,” jelas  Prof. Dr. Siti Supeni.

Ketua PGRI Cabang Banjarsari, Kartono, http://S.Pd., http://M.Pd., menyambut baik program ini. Menurutnya, penguatan karakter melalui budaya lokal sangat relevan dengan kondisi Kecamatan Banjarsari yang memiliki keberagaman sekolah dan siswa. “Kami berterima kasih kepada UNISRI. Pendampingan ini membantu guru menerjemahkan budaya Jawa ke dalam RPP dan aktivitas siswa,” ujarnya.

Kegiatan PKM diisi dengan workshop penyusunan modul ajar, praktik penggunaan media Artefak Pitutur Budaya Jawa, serta penyamaan persepsi tentang indikator capaian pendidikan karakter berbasis budaya. Peserta juga menyusun rencana tindak lanjut implementasi di sekolah masing-masing.

Melalui PKM ini, UNISRI menegaskan komitmen Tridharma Perguruan Tinggi untuk mendukung Dinas Pendidikan Kota Surakarta dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang berakar pada budaya daerah.(Yon/Pimred Cahyospirit)















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar