P3AD Soroti Dugaan Kebocoran PAD, DPRD Klaten Didesak Bentuk Pansus
KLATEN KMR– Dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi sorotan dalam audiensi yang digelar di ruang rapat DPRD Kabupaten Klaten, Senin (11/5/2026).
Audiensi tersebut menghadirkan P3AD Kabupaten Klaten atau Penelitian dan Pengembangan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Klaten bersama jajaran Komisi III DPRD Kabupaten Klaten.
Ketua P3AD Kabupaten Klaten, Sriyono, mengungkapkan adanya indikasi kebocoran pajak dan retribusi daerah yang dinilai menjadi salah satu penyebab menurunnya PAD Kabupaten Klaten.
Menurut Sriyono, hasil investigasi yang dilakukan pihaknya menemukan sejumlah potensi kebocoran di beberapa sektor strategis. Di antaranya berasal dari retribusi pabrik, parkir, hotel hingga sektor usaha lainnya.
“Kami melihat ada penurunan PAD. Setelah kami melakukan investigasi, ternyata ditemukan adanya dugaan kebocoran pajak oleh oknum tertentu. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujar Sriyono dalam audiensi tersebut.
Ia menegaskan, temuan tersebut baru berasal dari satu titik pengawasan, namun sudah ditemukan cukup banyak dugaan kebocoran. Karena itu, pihaknya mendesak DPRD Kabupaten Klaten agar berani membentuk panitia khusus (Pansus) guna mengusut persoalan tersebut secara menyeluruh.
“Ini baru satu titik saja sudah banyak kebocoran. Bagaimana kalau dilakukan pemeriksaan lebih luas. Kami berharap DPRD berani membuat pansus agar persoalan ini terang,” tegasnya.
Selain persoalan PAD, audiensi juga menyinggung masalah tambang , menurut Sriyono, persoalan tersebut kini kembali menjadi perhatian karena dinilai berkaitan dengan potensi pemasukan daerah.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Klaten, H. Dwi Admojo, menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan P3AD kepada DPRD. Menurutnya, berbagai temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi DPRD dalam melakukan pengawasan terhadap pengelolaan PAD.
“Kami berterima kasih kepada P3AD yang telah memberikan masukan dan perhatian terhadap pendapatan daerah. Ini menjadi catatan penting bagi kami,” ujar Dwi Admojo.
Ia mengakui persoalan tambang menjadi salah satu isu yang paling tajam disorot dalam audiensi tersebut. DPRD, lanjutnya, akan menindaklanjuti berbagai aduan yang masuk sesuai mekanisme yang berlaku.
“Memang ada sorotan tajam terkait tambang. Kami mengapresiasi adanya aduan ini dan tentu akan kami tindak lanjuti,” tandasnya.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pengawasan terhadap sumber-sumber pendapatan daerah agar potensi kebocoran PAD dapat diminimalkan demi kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Klaten.(Aulia/Pimred Cahyospirit)
