BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Bersih Dusun: Tradisi Adat Jawa yang Memupuk Syukur dan Kerukunan Warga

Pementasan tari tradisional dan kethek ogleng, yang menjadi salah satu daya tarik utama acara ini

Tirtomoyo , Wonogiri KMR– Masyarakat Dusun Ngasem, Desa Banyak Prodo, Kecamatan Tirtomoyo, kembali melaksanakan tradisi tahunan Bersih Dusun pada Minggu, 10 Mei 2026. 

Tradisi ini menjadi momentum penting bagi warga pedesaan untuk menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki, hasil panen yang melimpah, serta keselamatan yang senantiasa menyertai kehidupan mereka. 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen untuk memohon keberkahan dan perlindungan dari marabahaya di masa depan.

Kepala Dusun Ngasem, Aris, dalam pidatonya menyampaikan bahwa tujuan utama pelaksanaan Bersih Dusun bukan hanya sebagai bentuk rasa syukur, tetapi juga sebagai upaya memetri bumi atau merawat lingkungan sekitar. “Tradisi ini sekaligus bertujuan melindungi dusun dari hal-hal buruk atau ‘roh jahat’, sekaligus menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh warga dari penyakit dan musibah,” ujarnya.

 Aris menekankan bahwa kegiatan ini mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya, baik secara fisik maupun spiritual.



Dalam prosesi adat yang berlangsung di Dusun Ngasem, masyarakat umumnya melakukan ziarah ke makam leluhur atau danyang, sebagai simbol penghormatan kepada para pendahulu. 

Kegiatan dilanjutkan dengan kenduri dan doa bersama, serta pementasan tari tradisional dan kethek ogleng, yang menjadi salah satu daya tarik utama acara ini. Keseluruhan rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kekeluargaan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Tirtomoyo, Suyatno, S.IP., MM., beserta perangkat desa dan seluruh warga Dusun Ngasem. Dalam sambutannya, Suyatno menekankan pentingnya melestarikan tradisi yang diwariskan nenek moyang. “Kegiatan seperti Bersih Dusun bukan hanya soal melestarikan budaya, tetapi juga memiliki makna mendalam. Ini menjadi ajang silaturahmi, refleksi diri, serta pengingat untuk terus menjaga harmonisasi dan kekompakan warga,” ujarnya.

(Motivasi Cahyospirit untuk pelajar, mahasiswa, UMKM dan Karyawan/Umum)

Bersih Dusun menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal masyarakat pedesaan masih lestari hingga kini. Tradisi ini tidak hanya memperkuat ikatan sosial antarwarga, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai penting tentang rasa syukur, kepedulian terhadap lingkungan, dan perlindungan spiritual. Dengan demikian, kegiatan ini terus menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Dusun Ngasem dan diharapkan dapat diteruskan generasi mendatang.(Yayok /Pimred Cahyospirit)














Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar