Naas,Bus Pariwisata Alami Insiden di Wonogiri, Damkar Lakukan Pendinginan dan Penanganan Tumpahan Oli
Wonogiri KMR— Sebuah bus pariwisata milik PO Darussajidin yang mengangkut rombongan wisata dari Karanganyar menuju Pantai Jungwok mengalami insiden di ruas Jalan Raya Wonogiri–Pencil, Purworejo, pada Minggu pagi (26/4). Kejadian tersebut sempat memicu kepanikan, namun berhasil ditangani dengan cepat oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Wonogiri.
Insiden terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, ketika Markas Komando (Mako) Damkar menerima laporan dari Polres Wonogiri terkait adanya dugaan kebakaran pada bagian mesin bus. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Damkar yang terdiri dari enam personel langsung diberangkatkan ke lokasi dengan satu unit mobil pemadam kebakaran di bawah komando Suswanto.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati bahwa sumber masalah berasal dari korsleting listrik pada bagian mesin bus yang kemudian memicu kebocoran oli. Meskipun tidak menimbulkan kobaran api besar, kondisi tersebut berpotensi membahayakan karena oli yang tumpah dapat memicu kebakaran lanjutan serta membahayakan pengguna jalan lainnya.
Tim Damkar segera melakukan penyisiran area kejadian untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Langkah pendinginan dilakukan secara menyeluruh pada bagian mesin yang terdampak guna mencegah terjadinya percikan api kembali. Selain itu, petugas juga melakukan penyiraman serta pembersihan tumpahan oli di badan jalan untuk menghindari risiko kecelakaan lalu lintas akibat jalan licin.
“Penanganan berjalan lancar, aman, dan terkendali. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar salah satu petugas di lokasi. Ia juga menambahkan bahwa respons cepat dari tim menjadi faktor penting dalam mencegah situasi berkembang menjadi lebih serius.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Damkar berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran. Dalam aturan tersebut, Damkar tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga menangani kondisi darurat lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran atau membahayakan keselamatan masyarakat.
Setelah seluruh proses pendinginan dan pembersihan dinyatakan selesai serta kondisi dinilai aman, tim Damkar kembali ke Mako sekitar pukul 12.00 WIB. Lalu lintas di sekitar lokasi pun berangsur normal.
Laporan resmi kegiatan ini disusun oleh tim petugas yang terdiri dari Suswanto, Prihantoro Havid P., Anton Tri Wibowo, Anjar Teguh P., Ervin Ikhsan Purnama, dan Ronny Seftyanto sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus dokumentasi kejadian.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengecekan kondisi kendaraan secara berkala, khususnya pada armada transportasi wisata yang menempuh perjalanan jauh. Kesiapan teknis kendaraan dinilai krusial untuk memastikan keselamatan penumpang dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.(Riyan /Pimred Cahyospirit)

