Belajar Mitigasi Sambil CFD-an, HKB 2026 Wonogiri Hadirkan Flying Fox dan Edukasi Ular
Sebagai penanda kesiapsiagaan, acara diakhiri dengan pemukulan kentongan secara serentak.
WONOGIRI KMR— Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Wonogiri berlangsung semarak dengan konsep edukatif yang menyatu dengan kegiatan Car Free Day (CFD), Minggu (26/4/2026). Kegiatan yang digelar sejak pukul 06.00 hingga 09.00 WIB ini dipadati warga yang antusias mengikuti berbagai rangkaian acara.
Mengusung tema nasional “Siap Untuk Selamat”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Setyo Sukarno, Sekretaris Daerah Fx Pranata, serta Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Fuad Wahyu Pratama bersama unsur relawan dan masyarakat.
Beragam stan edukasi kebencanaan turut meramaikan kegiatan. Pengunjung dapat belajar langsung mengenai penanganan kondisi darurat melalui simulasi dan praktik lapangan.
Salah satu yang menarik perhatian adalah edukasi penanganan ular dan tawon yang memberikan pemahaman kepada warga tentang langkah aman saat menghadapi hewan berbahaya di lingkungan sekitar.
Selain itu, wahana flying fox yang disediakan oleh tim SAR Wonogiri menjadi daya tarik utama, khususnya bagi anak-anak. Kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mengenalkan teknik evakuasi sederhana dalam situasi darurat. Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang yang mengular sejak pagi.
BPBD bersama tim SAR juga menampilkan pameran peralatan water rescue yang digunakan dalam operasi penyelamatan di air. Sementara itu, TRC Resigiri memperkenalkan perlengkapan vertical rescue dan damkar mini, serta Tagana Dinas Sosial Wonogiri menghadirkan dapur umum sebagai simulasi penanganan kebutuhan logistik saat bencana.
(Motivasi Cahyospirit untuk pelajar, mahasiswa, UMKM dan Karyawan/Umum)Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Fuad Wahyu Pratama dalam sambutannya menyampaikan bahwa HKB merupakan momentum penting untuk membangun budaya sadar bencana. “Kesiapsiagaan harus menjadi kebiasaan masyarakat. Dengan pengetahuan dan latihan, warga akan lebih siap dan tidak panik saat menghadapi bencana,” ujarnya.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno juga menekankan pentingnya kesiapan sejak dini. Menurutnya, bencana dapat terjadi kapan saja sehingga diperlukan kewaspadaan yang terus-menerus. “Kunci keselamatan adalah kesiapan. Mari kita jadikan kesiapsiagaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan simulasi bersama yang melibatkan seluruh peserta, dilanjutkan foto bersama antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.
Sebagai penanda kesiapsiagaan, acara diakhiri dengan pemukulan kentongan secara serentak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya mitigasi bencana serta mampu mengambil langkah cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat.(Eko Tito/Pimred Cahyospirit)














