BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Lapas Klaten Tegaskan Komitmen Pembinaan dan Bersih Narkoba di Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62

Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klaten

Klaten KMR— Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klaten ,Rabu (29/4). 

Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen pembinaan warga binaan sekaligus menegaskan langkah tegas pemberantasan narkoba di lingkungan lapas.

Kepala Lapas Klaten, Andik Dwi Saputra, menegaskan bahwa lembaga pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang pembinaan untuk mengembalikan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik.

“Lapas bukan hanya tempat menjalankan pidana, tetapi tempat membentuk kembali karakter warga binaan agar siap kembali ke masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.

Sebagai langkah konkret, pihaknya memastikan lingkungan lapas harus benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkoba. Upaya ini diwujudkan melalui tindakan tegas, salah satunya dengan memindahkan 35 tahanan ke Nusakambangan.


“Ini bentuk komitmen kami. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan narkoba,” tegasnya.

Selain penguatan aspek keamanan, Lapas Klaten juga mengembangkan program ketahanan pangan. Warga binaan dilibatkan dalam kegiatan bercocok tanam sebagai bagian dari pembinaan kemandirian dan peningkatan keterampilan.

Di sisi lain, Lapas Klaten turut menjalin sinergi dengan Pemerintah Daerah Klaten dan pihak perbankan, termasuk Bank Rakyat Indonesia, guna meningkatkan kualitas pelayanan serta membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi warga binaan.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa lapas hadir tidak hanya sebagai institusi penegakan hukum, tetapi juga bagian dari masyarakat.

Sementara itu, salah satu warga binaan yang memperoleh pembebasan bersyarat mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan. Ia bahkan menerima bantuan gerobak usaha sebagai modal awal untuk memulai kehidupan baru.

“Saya ingin berubah dan menjadi lebih baik. Bantuan ini sangat berarti untuk memulai usaha,” ungkapnya.

Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 ini menjadi refleksi bahwa sistem pemasyarakatan terus bertransformasi, dengan mengedepankan pembinaan, pemberdayaan, serta reintegrasi sosial warga binaan agar mampu kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.(Aulia/Pimred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar