Hari Kedelapan TMMD di Tirtomoyo: Semangat Gotong Royong Tembus Medan Ekstrem Sanggrahan–Janganti
Progres pembangunan jalan penghubung antara Dusun Sanggrahan menuju Janganti terus menunjukkan perkembangan signifikan
TIRTOMOYO, WONOGIRI KMR – Memasuki hari ke-8 pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) pada Rabu, 29 April 2026, progres pembangunan jalan penghubung antara Dusun Sanggrahan menuju Janganti terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kegiatan yang dipusatkan di wilayah Kecamatan Tirtomoyo ini melibatkan sinergi antara anggota Koramil 0728, relawan KRI, serta masyarakat setempat yang bahu-membahu di tengah berbagai tantangan medan.
Sejak pagi hari, para personel bersama warga telah memulai aktivitas pengerjaan jalan dengan penuh semangat. Kehadiran Camat Tirtomoyo, Suyatno, S.IP., M.M., di lokasi turut memberikan motivasi bagi seluruh tim yang terlibat. Ia mengapresiasi kerja keras semua pihak yang tetap konsisten menjaga ritme pembangunan meski kondisi alam tidak selalu bersahabat.
Komandan Koramil 0728, Kapten Infanteri Agung Suwarno, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD menargetkan pembangunan jalan minimal sepanjang 50 meter setiap hari. Dengan target tersebut, diharapkan dalam kurun waktu satu bulan akses jalan yang menghubungkan Sanggrahan dan Janganti dapat rampung sepenuhnya.
“Pekerjaan ini bukan hal mudah. Suka dan duka harus dipikul bersama. Dengan kebersamaan, pekerjaan terasa lebih ringan, semangat tetap terjaga, dan hasilnya bisa maksimal,” ujar Kapten Agung di sela-sela kegiatan.
Ia juga menegaskan bahwa semangat “ABRI manunggal dengan rakyat” menjadi landasan utama dalam program ini. Kolaborasi antara aparat dan masyarakat diyakini mampu mempercepat terwujudnya infrastruktur yang sangat dibutuhkan warga, khususnya akses jalan yang selama ini sulit dilalui.
Namun demikian, kondisi medan di lokasi pembangunan menjadi tantangan tersendiri. Jalan yang sedang dibuka berada di area dengan kontur tanah yang cukup ekstrem, menuntut tenaga ekstra serta keterampilan khusus dari para pekerja. Situasi semakin sulit karena hujan yang mengguyur wilayah tersebut pada malam sebelumnya, menyebabkan jalur menjadi licin dan berlumpur.
“Kondisi tanah yang becek membuat pekerjaan lebih berat. Selain itu, jarak pengambilan material cukup jauh dan tidak bisa dijangkau kendaraan seperti truk. Akibatnya, material harus dilangsir secara manual, yang tentu menguras tenaga,” jelasnya.
Meski dihadapkan pada berbagai kendala, semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama. Warga bersama anggota TNI terus bekerja tanpa kenal lelah demi terwujudnya jalan tembus yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian daerah.
Program TMMD ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antara TNI dan masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan hasil pembangunan dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang oleh seluruh warga Tirtomoyo.
Seiring berjalannya waktu, optimisme tetap terjaga bahwa target penyelesaian akan tercapai tepat waktu. Semangat kebersamaan yang terjalin menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas elemen mampu menghadapi berbagai tantangan, seberat apa pun medan yang dilalui.(Yayok /Pimred Cahyospirit)
















