BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Agamawan Muda Wonogiri Perkuat Dialog Lintas Iman Lewat Program Live In

kegiatan Live In Agamawan Muda se-Kabupaten Wonogiri yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di Hotel Tosan Solo Baru

Solo  KMR— Upaya meneguhkan agama sebagai sumber kedamaian kembali digaungkan melalui kegiatan Live In Agamawan Muda se-Kabupaten Wonogiri yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di Hotel Tosan Solo Baru. Kegiatan ini mengusung tema “Agama-agama sebagai Sumber Kedamaian” dan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang kepercayaan.

Program ini diselenggarakan oleh Dialog Center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan MCC Asia dan YKPAI, serta didukung oleh FKUB Kabupaten Wonogiri sebagai panitia lokal. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri.

Sebanyak puluhan agamawan muda dari Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, hingga aliran kepercayaan seperti Sumarah dan Sapto Dharmo terlibat dalam kegiatan ini. Kehadiran peserta lintas iman tersebut mencerminkan keragaman masyarakat Wonogiri. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh empat warga negara asing, masing-masing dari Filipina, Amerika Serikat, dan Kenya.

Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang menekankan pentingnya dialog lintas agama sebagai sarana memperkuat toleransi dan mencegah konflik sosial. Para peserta kemudian mengikuti diskusi utama yang membahas peran agama sebagai sumber perdamaian. Dalam sesi ini, masing-masing perwakilan agama memaparkan nilai-nilai ajaran damai sekaligus berbagi praktik kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

Diskusi berlangsung interaktif, termasuk saat peserta membahas isu sensitif terkait kekhawatiran dan harapan terhadap perbedaan agama. Melalui dialog terbuka, peserta saling bertukar pengalaman dan berupaya mengikis prasangka yang masih berkembang di masyarakat.

Pada hari kedua, kegiatan diisi dengan sesi pengenalan tata cara ibadat dari sejumlah agama. Sebagian peserta juga mengikuti kunjungan lapangan ke Desa Timang. Di desa tersebut, peserta melihat langsung praktik kerukunan antarumat beragama, ditandai dengan berdampingannya rumah ibadah serta adanya organisasi lintas agama yang aktif dalam kegiatan sosial.

Malam harinya, peserta mendiskusikan potensi konflik antaragama yang pernah terjadi di masyarakat. Diskusi ini difokuskan pada upaya mengidentifikasi akar persoalan sekaligus merumuskan solusi berbasis dialog dan kerja sama.

Memasuki hari terakhir, peserta menyusun rencana tindak lanjut berupa program nyata di komunitas masing-masing. Selain itu, dibentuk kepengurusan agamawan muda lintas iman sebagai wadah koordinasi dalam menjaga kerukunan di Wonogiri.

Sebagai penutup, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi Hasan, menegaskan bahwa konflik yang kerap dikaitkan dengan agama sering kali berakar pada persoalan kesenjangan sosial dan ekonomi. Ia menilai penyelesaian konflik tidak cukup melalui dialog antaragama, tetapi juga memerlukan upaya mengatasi ketimpangan struktural.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat toleransi tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata. Program Live In ini menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Wonogiri.(Alit /Pimred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar