BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Tragis, Tiga Hari Pencarian Berakhir Duka, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Kebakkramat

Upaya pencarian dilakukan oleh tim SAR

Karanganyar MR — Peristiwa hilangnya seorang anak di Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, berakhir duka setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (31/3) siang. Bocah tersebut diketahui bernama Faiz Khairul Nizam (8), warga Dukuh Tasgunting RT 2 RW II.

Kejadian bermula pada Minggu dini hari (29/3) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, nenek korban terbangun dari tidurnya dan mendapati cucunya sudah tidak berada di dalam rumah. Kondisi pintu rumah yang terbuka menimbulkan kekhawatiran bahwa korban telah keluar tanpa sepengetahuan keluarga.

Upaya pencarian awal dilakukan oleh keluarga dan warga sekitar. Berdasarkan keterangan salah satu saksi, sekitar pukul 02.30 WIB korban sempat terlihat berada di perempatan desa, bermain air dan tanah. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi juga memperlihatkan korban berjalan ke arah timur, menuju area sungai yang berjarak kurang lebih 280 meter dari permukiman warga.

Warga yang mengetahui informasi tersebut segera melakukan pencarian mandiri dengan menyisir lingkungan desa hingga area persawahan. Namun hingga pagi hari, korban belum juga ditemukan. Peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan kepada pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.

Pada Senin (30/3), operasi pencarian resmi dimulai dengan melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari relawan dan pemerintah desa. Pencarian hari pertama difokuskan pada aliran air di sekitar desa, termasuk saluran irigasi Dam Colo di wilayah Kebakkramat.

Sebanyak enam Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan untuk menyisir jalur air dari Pintu Air Dukuh Tasgunting hingga beberapa titik penyaringan air (siphon), di antaranya Siphon Ngaru-aru Macanan, Siphon Kaliondo Malanggaten, dan Siphon Malangsari Malanggaten. Meski pencarian dilakukan secara intensif sepanjang hari, hasilnya masih nihil. Operasi kemudian dihentikan sementara dan direncanakan dilanjutkan keesokan harinya.

Memasuki hari ketiga, Selasa (31/3), operasi SAR kembali dilanjutkan sejak pukul 07.00 WIB dengan strategi pencarian yang diperluas. Empat SRU diterjunkan dengan pembagian tugas yang lebih spesifik. SRU 1 menyisir area desa dan persawahan, sementara SRU 2 melakukan pencarian di sepanjang aliran irigasi Colo bagian timur.

Di sisi lain, SRU 3 difokuskan pada pembongkaran tumpukan sampah di beberapa titik siphon, termasuk Ngaru-aru, Kaliondo, Malangsari, dan Gedangan. SRU 4 bertugas menyisir aliran sungai di sisi selatan desa hingga ke jembatan rel kereta api.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada pukul 12.17 WIB. Korban ditemukan di area Siphon Malangsari, berjarak sekitar 3,1 kilometer dari titik terakhir terlihat. Tim SAR segera melakukan proses evakuasi, dan pada pukul 12.25 WIB korban berhasil diangkat dari lokasi. Namun, kondisi korban sudah tidak bernyawa.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit umum daerah untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup. Seluruh personel yang terlibat dalam pencarian dikembalikan ke satuan masing-masing. Posko Induk Operasi SAR Tasgunting Nangsri Kebakkramat juga dibubarkan setelah seluruh rangkaian pencarian selesai.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi anak-anak, guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.(Darmadi /Pimred Cahyospirit)















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar