“Sinergi Solid: Pemprov DKI, Pemprov Jateng, dan Pemkab Wonogiri Kompak Fasilitasi Komunitas”
Wonogiri MR—Pemprov DKI, Pemprov Jateng, dan Pemkab Wonogiri Kompak Fasilitasi Komunitas menunjukkan komitmennya dalam mendukung warganya yang merantau dengan memberangkatkan program balik gratis usai Lebaran. Sebanyak 12 unit bus diberangkatkan secara simbolis dari halaman Pendopo Kabupaten Wonogiri pada Kamis pagi, 26 Maret 2026, dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat kebangkitan ekonomi daerah.
Acara pelepasan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan paguyuban perantau dan komunitas. Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban biaya transportasi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara warga perantauan dengan kampung halaman.
Sekretaris Umum Pakawuri, mengapresiasi atas Fasilitas Bus Gratis yang disediakan oleh DISHUB DKI JAKARTA dan dikoordinasikan dengan rapi bersama PEMPROV JATENG DAN PEMKAB WONOGIRI
Ini wujud nyata perhatian kepada para perantau dari Wonogiri yang tergabung dalam berbagai komunitas dan Paguyuban
“Ini adalah wujud nyata dukungan dari Pemprov DKI, Pemprov Jateng dan pemkab Wonogiri terhadap para perantau yang kembali ke tempat kerja mereka, khususnya di wilayah Jabodetabek. Kami berharap program ini terus berlanjut dan semakin berkembang di masa mendatang,” ujar Sukatno.
Sebanyak 12 bus yang disiapkan akan mengangkut ratusan penumpang menuju berbagai tujuan di kawasan Jabodetabek. Para peserta program ini mayoritas adalah pekerja sektor informal maupun formal yang sebelumnya pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga.
Program balik gratis ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak perantau merasa terbantu, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menuntut efisiensi pengeluaran. Selain itu, kegiatan ini juga memperlihatkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan komunitas perantau.
Keberadaan paguyuban perantau putra-putri Wonogiri dinilai memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. Saat momentum Lebaran, para perantau membawa perputaran ekonomi yang cukup besar, mulai dari konsumsi rumah tangga hingga sektor usaha kecil dan menengah.
“Dampaknya sangat terasa, terutama saat Lebaran. Kehadiran para perantau memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal. Ini yang harus terus dijaga,” tambah Sukatno.
Ia berharap program mudik dan balik gratis ini dapat terus berkesinambungan setiap tahunnya. Selain membantu masyarakat, program ini juga menjadi bagian dari strategi pembangunan berbasis kebersamaan dan kepedulian sosial.
(Motivasi Cahyospirit untuk pelajar, mahasiswa dan Karyawan/Umum)Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Wonogiri kembali menegaskan dirinya sebagai daerah yang peduli terhadap warganya, baik yang tinggal di kampung halaman maupun yang sedang berjuang di perantauan. Harapannya, keberhasilan program ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat perantau.
Wonogiri pun optimistis melangkah ke depan dengan semangat gotong royong, menjadikan program ini sebagai simbol keberhasilan dan kepedulian sosial yang berkelanjutan.( Cahyospirit)


























