PAGUYUBAN JAWA TENGAH,PEMDES PIJIHARJO DAN DINAS KETAHANAN PANGAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN ,GELAR BAZAR
Manyaran, Wonogiri MR -Ketersediaan kebutuhan akan Sembilan bahan makanan pokok ( Sembako ) bagi masyarakat sangat dinanti nanti dan keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat.
Alhasil Pemerintah Desa Pijiharjo beserta tokoh masyarakat setemat bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Wonogiri beserta Paguyuban Jawa Tengah gelar Bazar ( Pasar Murah ) bertempat di Lapangan Desa Pijiharjo, Selasa 17/03/2026.
Tim Monitoring Ketersediaan Sembako Kecamatan Manyaran yang ikut memonitoring keberadaan Bazar Sembako Murah adalah Camat Manyaran dihadiri Widodo Sekcam Manyaran dan Endri Mariastuti Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat ( PPM ), Danramil 11 dihadiri Peltu Wahyudi, Serka Agus, sedangkan Kapolsek Manyaran diwakili oleh Aiptu Yudo dan Brigda Nich0.
Sembako yang di Gelar Bazar ini terdiri dari Beras SPHP 1.500 Kg, Telur 250 Kg, Minyak Kita 480 Liter, Gula Pasir Kemasan 200 Kg. Beras Sentra Ramus 50 Kg, Beras Mutiara Biru 105 Kg, Jagung Ketan 30 Kg Wortel 5 Kg, Pisang Raja 25 Sisir, Semangka 180 Kg, Alpukat 50 Kg, Cabai Rawit Merah 8 Kg, Bawang Merah 135 Kg, Bawang Putih 135 Kg, Tahu Bakso 40 Pack dan Balado Kentang Kring 30 Pack.
Dari hasil pantauan Tim Masyarakat Desa Pijiharjo khususnya sangat antusias untuk membeli sembako yang digelar di Bazar Murah, namun kurangnya publikasi datangnya warga tidak bersamaan sehingga kelihatan satu peratu ( Red : Thar – Thir ), namun penyedia sembako malah merasa untung karena pemantauannya lebih mudah.
Tukas Imam selaku coordinator Bazar yang berasal dari Dinas KPPK Kab. Wonogiri saat dikomfirmasi Widodo Sekcam Manyaran.
(Motivasi Cahyospirit untuk pelajar, mahasiswa dan Karyawan/Umum )Hasil Evaluasi dari Tim Monitoring Ketersedian Pangan Kecamatan Manyaran, Gelar Bazar kali ini dirasa terlalu mepet dengan hari H Idul Fitri yang semesthinya digelar minimal 1 ( satu ) minggu sebelum hari Idul Fitri.
Jenis Sembako yang tersedia walaupun harga dibawah harga pasar namun belum ada subsidi dari Paguyuban Jawa Tengah di Jakarta. (Riyan /pimred Cahyospirit)



.jpg)


















