BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

BUPATI WONOGIRI HADIRI HAJATAN MASYARAKAT DENGAN PAGELARAN WAYANG KULIT DI BATURETNO

Pagelaran wayang kulit ini menghadirkan dalang kondang dari Surakarta, Ki Bayu Aji Pamungkas, dengan lakon “Babad Wonomarto.”

Baturetno,Wonogiri MR — Suasana penuh khidmat sekaligus meriah menyelimuti Dusun Sumberagung, Desa Talunombo, Kecamatan Baturetno, pada Senin malam, 23 Maret 2026. Bertempat di halaman rumah Bapak Priyatmo, masyarakat setempat menggelar hajatan berupa tasyakuran khitan yang dikemas dengan pagelaran seni tradisional wayang kulit.

Acara yang dimulai pukul 20.30 WIB ini turut dihadiri oleh Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, yang menunjukkan dukungannya terhadap pelestarian budaya Jawa di tengah masyarakat. Kehadiran orang nomor satu di Wonogiri tersebut disambut hangat oleh warga yang telah memadati lokasi acara sejak sore hari.

Pagelaran wayang kulit ini menghadirkan dalang kondang dari Surakarta, Ki Bayu Aji Pamungkas, dengan lakon “Babad Wonomarto.” Turut memeriahkan suasana, penampilan sinden berbakat Elisha Orcarus Allaso serta hiburan jenaka dari Gareng Tralala sukses mengundang tawa dan antusiasme penonton.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka tasyakuran khitan ananda Arzaquna Ar Kak Ciel, putra dari Bapak Andi Setiawan dan Ibu Risty Utami, serta cucu dari Bapak Gono Setyoso, Direktur PT. Sinar Pratama Konstruksi Medan. Bertindak sebagai tuan rumah sekaligus tokoh yang dituakan dalam acara tersebut, Bapak Gono Setyoso turut memberikan simbolis tokoh wayang kepada dalang sebagai tanda dimulainya pagelaran.



Sebagai penanggung jawab kegiatan, Kepala Desa Talunombo, Bapak Sugiyarno, S.H., memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib dan lancar. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Baturetno Hery Indrastiyono, S.STP, Danramil 05 Baturetno Kapten Arm. Yadiman, serta Kapolsek Baturetno AKP Surono, S.H., M.H., bersama para kepala desa se-Kecamatan Baturetno, perangkat desa, serta ratusan undangan dan masyarakat.

Diperkirakan sekitar 600 orang menghadiri acara tersebut, menjadikannya salah satu hajatan masyarakat yang cukup besar dan meriah di wilayah tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai bahwa pagelaran wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga sarana pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai luhur di tengah masyarakat.

“Wayang kulit adalah warisan budaya yang harus terus kita jaga bersama. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa masyarakat masih mencintai dan melestarikan tradisi,” ujarnya.

(Motivasi Cahyospirit untuk pelajar, mahasiswa dan Karyawan/Umum)

Adapun susunan acara dimulai dengan pembukaan melalui pembacaan basmalah, dilanjutkan dengan penyerahan tokoh wayang dari tuan rumah kepada dalang, kemudian pagelaran wayang kulit dengan lakon utama. Di sela-sela pertunjukan, penonton dihibur dengan penampilan sinden dan lawakan, sebelum akhirnya pagelaran dilanjutkan hingga selesai.

Acara berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga dan mempererat hubungan antara masyarakat dengan pemerintah daerah.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat gotong royong serta kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang.( Riyan/Pimred Cahyospirit)















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar