BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Tragis, Nenek 78 Tahun di Wonogiri Tewas Usai Terjatuh Panjat Pohon Kelapa Setinggi 15 Meter

.Mbah Sanikem (±78) meninggal dunia secara tragis setelah terjatuh dari pohon kelapa yang dipanjatnya sendiri pada Senin, 9 Februari 2026, sekitar pukul 12.30 WIB.

Wonogiri MR – Duka mendalam menyelimuti warga RT 03 Banar Kidul, Desa Jeporo, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri. Seorang nenek lanjut usia bernama Mbah Sanikem (±78) meninggal dunia secara tragis setelah terjatuh dari pohon kelapa yang dipanjatnya sendiri pada Senin, 9 Februari 2026, sekitar pukul 12.30 WIB.

Peristiwa memilukan ini terjadi di kebun belakang rumah korban. Pohon kelapa yang dipanjat Mbah Sanikem diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 15 meter. Tak ada yang menyangka, di usia senjanya, ia masih berani memanjat pohon setinggi itu demi keluarganya.


Menurut keterangan warga setempat, sebelum kejadian, sekitar pukul 12.00 WIB, seorang tetangga bernama Warnoto sempat melihat sosok Mbah Sanikem sedang berada di atas pohon kelapa. Karena korban dikenal sudah terbiasa memanjat pohon kelapa sejak muda, warga tidak menaruh kecurigaan dan menganggap hal tersebut sebagai aktivitas biasa.

Namun, selang beberapa waktu kemudian, anak korban mulai merasa cemas karena ibunya tak kunjung terlihat. Pencarian pun dilakukan hingga akhirnya menuju kebun belakang rumah. Betapa terkejutnya sang anak ketika mendapati Mbah Sanikem sudah tergeletak tak sadarkan diri di bawah pohon kelapa, dengan beberapa buah kelapa berserakan di samping tubuhnya.

Dalam kondisi panik, sang anak langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar pun segera berdatangan dan membantu mengevakuasi korban. Mbah Sanikem kemudian dilarikan ke sebuah klinik terdekat. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong. Pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia akibat luka serius yang diderita.

Korban diketahui merupakan istri dari Mbah Saridi, seorang tokoh sepuh di lingkungan tersebut yang juga pernah menjabat sebagai Ketua RT. Sosok Mbah Sanikem dikenal warga sebagai pribadi sederhana, pekerja keras, dan sangat menyayangi keluarganya.

Warga bernama Mandra menuturkan bahwa korban memang dikenal aktif meski usianya sudah lanjut. “Beliau orangnya kuat, masih sering ke kebun sendiri. Tidak menyangka akan terjadi musibah seperti ini,” ujarnya dengan nada sedih.

Sementara itu, tetangga sebelah korban, Parno, menambahkan bahwa Mbah Sanikem memanjat pohon kelapa dengan niat mulia. “Beliau mau mengambil kelapa untuk dibawakan ke anaknya yang tinggal di Desa Tawang Sari. Rencananya sekalian nanti kalau anaknya pulang, mau dititipi padi hasil panen,” jelasnya.

( Motivasi Cahyospirit untuk pelajar, mahasiswa dan Karyawan/Umum)

Niat tulus seorang ibu untuk membahagiakan anaknya itu justru berakhir dengan duka mendalam. Kepergian Mbah Sanikem meninggalkan luka bagi keluarga dan warga sekitar. Suasana rumah duka dipenuhi isak tangis dan doa dari para pelayat yang datang silih berganti.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan risiko aktivitas berat bagi lansia, sekaligus menggambarkan betapa besar pengorbanan seorang ibu, bahkan hingga akhir hayatnya.

Semoga almarhumah Mbah Sanikem husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.(Luluk / Pimred Cahyospirit)



















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar