BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Tragis ! Gugur Saat Bertugas, Anggota Satpol PP Tewas Dibacok Saat Evakuasi ODGJ di Kebumen

Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen yang bernama Mochamad Faik (34 ) tahun dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas negara, setelah dibacok di bagian leher

Kebumen MR -Sebuah peristiwa tragis terjadi di Desa Krakal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, rekan kerja, serta masyarakat luas. Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen yang bernama Mochamad Faik (34 ) tahun dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas negara, setelah dibacok di bagian leher ketika terlibat dalam proses evakuasi seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang mengamuk, Senin (2/2/2026).

Insiden tersebut menjadi pengingat pahit akan besarnya risiko yang dihadapi petugas lapangan, khususnya dalam penanganan kasus-kasus sosial dan kemanusiaan yang kerap berlangsung dalam situasi tidak terduga serta minim perlindungan.

Peristiwa bermula dari laporan warga setempat yang merasa resah akibat ulah seorang ODGJ yang menunjukkan perilaku agresif. Menurut keterangan warga, ODGJ tersebut berkeliaran di lingkungan permukiman sambil membawa senjata tajam dan beberapa kali mengancam keselamatan orang di sekitarnya. Kondisi itu memicu kekhawatiran dan ketakutan, sehingga warga meminta bantuan aparat untuk segera melakukan penanganan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sejumlah personel Satpol PP diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas berupaya melakukan pendekatan persuasif agar situasi tidak semakin memburuk. Tujuan utama evakuasi adalah mengamankan ODGJ tersebut dan membawanya ke fasilitas kesehatan jiwa agar mendapatkan penanganan medis yang layak.

Namun, situasi di lapangan berkembang di luar perkiraan. Di tengah proses evakuasi, ketika petugas mencoba mendekati dan menenangkan ODGJ tersebut, tiba-tiba terjadi serangan. Senjata tajam yang dibawa pelaku mengenai bagian leher salah satu anggota Satpol PP. Serangan itu menyebabkan luka serius disertai pendarahan hebat.

Rekan-rekan korban segera memberikan pertolongan darurat dan berusaha mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. Sayangnya, luka yang dialami korban tergolong sangat parah. Korban diduga kehilangan banyak darah dalam waktu singkat, sehingga nyawanya tidak dapat diselamatkan sebelum memperoleh penanganan medis lanjutan. Petugas tersebut dinyatakan meninggal dunia dalam kondisi menjalankan tugas.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum serta keperluan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Suasana duka menyelimuti keluarga dan sesama anggota Satpol PP yang kehilangan rekan terbaik mereka.

Pasca kejadian, aparat gabungan bergerak cepat mengamankan situasi di lokasi. ODGJ yang sebelumnya mengamuk akhirnya berhasil dilumpuhkan tanpa menimbulkan korban tambahan. Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa ke fasilitas kesehatan jiwa untuk mendapatkan perawatan dan pengawasan medis sesuai prosedur.

Peristiwa ini memunculkan sorotan publik terhadap aspek keselamatan petugas lapangan, khususnya dalam menangani ODGJ yang berpotensi membahayakan. Banyak pihak menilai perlunya peningkatan standar operasional, kelengkapan alat pelindung diri, serta pelibatan tenaga profesional kesehatan jiwa dalam setiap proses evakuasi.

Kepergian korban menjadi duka mendalam sekaligus pengingat akan dedikasi aparat yang tetap menjalankan tugas di tengah risiko besar. Pengabdian korban dikenang sebagai bentuk tanggung jawab dan keberanian dalam menjaga ketertiban serta keselamatan masyarakat.(Riyan / Pimred Cahyospirit )













Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar