BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

AI Ready ASEAN: Polres Boyolali dan Mafindo Bekali Pelajar Waspadai Ancaman ‘Deepfake’ dan Kejahatan Siber

Kepolisian Resor (Polres) Boyolali mengambil langkah proaktif dalam melindungi generasi muda dari ancaman kejahatan digital masa depan

​BOYOLALI MR– Kepolisian Resor (Polres) Boyolali mengambil langkah proaktif dalam melindungi generasi muda dari ancaman kejahatan digital masa depan. Bekerja sama dengan Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), Polres Boyolali menyelenggarakan pelatihan bertajuk "AI Ready ASEAN" yang diikuti oleh 100 siswa-siswi SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Boyolali pada Kamis (26/02/2026).

​Kegiatan yang berlangsung di Aula Bhara Merapi ini menempatkan Kabupaten Boyolali sebagai salah satu wilayah prioritas nasional dalam program literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang didukung penuh oleh ASEAN Foundation dan Google.org.


​Dalam sambutannya, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si., menekankan pentingnya bagi pelajar untuk memahami etika dan risiko di balik kemudahan teknologi AI. Beliau secara khusus menyoroti fenomena penyalahgunaan AI yang mampu memanipulasi identitas seseorang.

​"Di mana ada kemudahan, pasti di situ ada sisi negatif atau hal yang bisa merugikan kita. Saat ini, perkembangan AI sangat pesat; tampilan dan suara seseorang bisa dikemas sedemikian rupa sehingga sangat persis dengan aslinya," ujar AKBP Indra Maulana Saputra.


Beliau mengingatkan bahwa teknologi ini berpotensi disalahgunakan untuk penipuan atau pencemaran nama baik, sehingga pengguna harus mampu membentengi diri agar tidak mudah terkecoh. "Era adik-adik inilah yang akan benar-benar berdampingan dengan AI. Kita harus bisa memanfaatkan teknologi ini tanpa terjebak oleh risiko yang ada," tegasnya.

​Senada dengan hal tersebut, Mohan Arta Subarka, selaku perwakilan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Tengah, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Polres Boyolali. Menurutnya, pendampingan terhadap siswa di era arus informasi tanpa batas sangatlah krusial agar mereka tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga bijak dalam memilah informasi.

​AKBP Indra Maulana Saputra juga menyampaikan kebanggaannya karena wilayah Jawa Tengah, khususnya Boyolali, terpilih sebagai salah satu lokasi pilot project nasional. "Alhamdulillah, kita harus bersyukur karena Jawa Tengah, termasuk Polres Boyolali, menjadi prioritas utama. Bahkan wilayah seperti Jakarta dan Jawa Barat belum melaksanakan pelatihan ini," ungkapnya.

​Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, berharap 100 peserta pilihan yang hadir dapat menjadi agen literasi digital. Melalui para pelajar yang memiliki kompetensi di bidang IT ini, diharapkan ilmu yang didapat bisa diimbaskan ke lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.

​"Kami menargetkan setiap peserta mampu mengimbaskan ilmu yang didapat ke lingkungan sekolah dan sekitarnya. Harapannya, dampak pelatihan ini bisa menjangkau hingga 30 kali lipat, atau sekitar 3.000 orang di wilayah Boyolali," jelas Septiaji.

​Dengan kolaborasi antara Polres Boyolali, Mafindo, dan dukungan sektor pendidikan, diharapkan generasi muda Boyolali siap menghadapi era transformasi digital dengan cerdas, aman, dan beretika. (DF/Riyan /pimred Cahyospirit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar