Teuku Akbar Siap Bangkitkan Jiwa dan Sejarah Marhaen
Koran Mediarakyat.com— Tokoh muda sekaligus politisi, Teuku Akbar, menyatakan komitmennya untuk membangkitkan kembali jiwa dan nilai-nilai Marhaenisme yang dinilai telah lama pudar di tengah kehidupan sosial dan politik bangsa.
Ia menegaskan bahwa semangat Marhaen harus kembali menjadi dasar perjuangan dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan rakyat kecil.
Menurut Teuku Akbar, Marhaen bukan sekadar istilah historis yang merujuk pada petani kecil, melainkan simbol dari seluruh rakyat Indonesia yang mengalami kemiskinan dan eksploitasi.
Kelompok tersebut mencakup buruh, nelayan, pedagang kecil, serta masyarakat miskin lainnya yang hingga kini masih berada dalam posisi rentan akibat ketimpangan ekonomi dan sosial.
“Marhaen adalah representasi rakyat kecil yang hak-haknya sering terabaikan. Jiwa Marhaen inilah yang ingin saya bangkitkan kembali,” ujar Teuku Akbar dalam keterangannya kepada wartawan.
Ia merujuk pada pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang mendefinisikan Marhaen sebagai seluruh golongan kromo kecil. Dalam pandangan Bung Karno, Marhaen meliputi petani kecil, buruh kecil, pedagang kecil, nelayan kecil, dan kelompok rakyat lainnya yang dimelaratan oleh imperialisme, kolonialisme, dan kapitalisme yang pada masanya merusak sendi-sendi ekonomi rakyat di Nusantara.
Teuku Akbar menilai bahwa meskipun Indonesia telah merdeka, semangat perjuangan Marhaenisme masih relevan untuk menjawab tantangan zaman. Bentuk-bentuk ketidakadilan sosial, ketimpangan ekonomi, serta eksploitasi terhadap rakyat kecil disebutnya masih terus terjadi dalam berbagai wajah baru.
“Maka dari itu, nilai-nilai Marhaen harus diperjuangkan kembali, terutama dalam memperjuangkan hak-hak rakyat, memperbaiki nasib mereka, dan menegakkan keadilan sosial bagi masyarakat yang tertindas,” tegasnya.
Sebagai politisi muda, Teuku Akbar menyatakan kesiapan dirinya untuk membawa nilai-nilai Marhaen ke dalam kebijakan dan gerakan politik yang berpihak pada rakyat kecil. Ia berharap kebangkitan jiwa Marhaen dapat menjadi fondasi moral dalam membangun Indonesia yang lebih adil, berdaulat, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Langkah tersebut, menurutnya, sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa yang menempatkan rakyat sebagai subjek utama pembangunan nasional, bukan sekadar objek kebijakan.(Safitri NST / Pimred Cahyospirit)


















