BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Operasi Pencarian di Bukit Mongkrang Masih Nihil, Tim Temukan Indikasi di Kedalaman Lereng

Operasi pencarian dan pertolongan (opsar) gabungan yang melibatkan Komunitas Relawan Independen (KRI) bersama tim gabungan 

Karanganyar MR— Operasi pencarian dan pertolongan (opsar) gabungan yang melibatkan Komunitas Relawan Independen (KRI) bersama tim gabungan kembali dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya lanjutan pencarian terhadap korban yang diduga berada di kawasan Bukit Mongkrang. Hingga operasi hari ini berakhir, hasil pencarian masih belum membuahkan temuan signifikan atau nihil.

Kegiatan diawali pada pukul 08.30 WIB dengan pelaksanaan apel pasukan di titik kumpul yang telah ditentukan. Apel tersebut bertujuan untuk pengecekan personel, pembagian tugas, serta penyampaian arahan teknis terkait metode pencarian yang akan dilakukan. Seluruh relawan KRI dan unsur tim gabungan mengikuti apel dengan tertib sebelum diberangkatkan ke lokasi operasi.


Setelah apel, tim melakukan pergerakan menuju area pencarian di sekitar Bukit Mongkrang. Pada fase awal ini, pencarian difokuskan pada jalur-jalur yang sebelumnya telah disisir. Namun hingga pukul 09.45 WIB, hasil pencarian di area tersebut masih nihil.

Memasuki pukul 09.45 WIB, personel KRI bersama tim gabungan vertical rescue mulai bergerak menuju zona kuning, yang merupakan area dengan tingkat kerawanan sedang dan memiliki kontur medan berupa lereng curam. Pergerakan dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi geografis yang cukup ekstrem serta faktor keselamatan personel.

Sekitar pukul 12.00 WIB, seluruh tim tiba di titik zona kuning. Selanjutnya dilakukan kegiatan vertical rescue serta penyisiran intensif di sekitar lereng dan jalur-jalur yang berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban. Proses pencarian dilakukan dengan metode penurunan tali dan observasi visual, disertai pengecekan celah-celah lereng yang sulit dijangkau dari jalur pendakian utama.

Selama kegiatan berlangsung, tim menemukan indikasi mencurigakan di salah satu titik lereng dengan perkiraan kedalaman sekitar ±200 meter dari jalur pendakian. 

Indikasi tersebut berupa tercium bau anyir serta ditemukannya lalat hijau di sekitar area tersebut. Temuan ini menjadi perhatian khusus tim karena berpotensi mengarah pada keberadaan objek yang dicari. Namun demikian, hingga saat ini indikasi tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut dan belum dapat dipastikan sebagai temuan korban.

Menjelang sore hari, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, keterbatasan cahaya, serta faktor keselamatan personel, pada pukul 16.30 WIB diputuskan bahwa seluruh tim ditarik turun dari area pencarian. Penarikan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi untuk memastikan seluruh personel kembali dalam keadaan aman.

Secara keseluruhan, hasil operasi SAR gabungan pada 27 Januari 2026 masih dinyatakan nihil. Meski demikian, adanya indikasi di area lereng dengan kedalaman cukup ekstrem menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan untuk rencana operasi selanjutnya.

Pihak KRI bersama unsur tim gabungan menyampaikan bahwa kegiatan pencarian akan terus dievaluasi dan dikoordinasikan lebih lanjut guna menentukan langkah berikutnya, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta efektivitas operasi di medan yang menantang.( Eko Tito/ Pimred Cahyospirit )



















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar