BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Launching SPPG Karangwungu Karangdowo Resmi Digelar, Siap Tingkatkan Gizi dan Ekonomi

Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi dilaunching di Desa Karangwungu, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten

Klaten MR -Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi dilaunching di Desa Karangwungu, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, pada Senin pagi (5/1/2026). 

Kegiatan launching ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Yayasan pengelola SPPG Karangwungu Karangdowo dengan para penerima manfaat dari berbagai satuan pendidikan serta kelompok sasaran lainnya.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan TK dan Kelompok Bermain, SD, SMP, serta kelompok B3. Launching ini menjadi langkah awal sebelum SPPG Karangwungu Karangdowo mulai beroperasi secara penuh pada 8 Januari 2026 mendatang.


Ketua Yayasan SPPG Karangwungu Karangdowo, Yudit Krismaryani, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan membangun komunikasi yang baik antara yayasan, pengelola SPPG, dan para penerima manfaat.

“Pagi ini kita rangkai dalam acara launching sekaligus penandatanganan MoU SPPG Karangwungu Karangdowo. Di sini kami mengumpulkan seluruh penerima manfaat dari TK, kelompok bermain, SD, SMP, serta kelompok B3 untuk mencapai kesepakatan bersama. Insya Allah, mulai tanggal 8 Januari 2026 SPPG sudah mulai operasional,” ujar Yudit.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan adanya pertemuan langsung, diharapkan apabila terjadi kendala atau hal-hal yang tidak diinginkan dalam penyajian menu, dapat segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama.

“Tujuan utama kami mengumpulkan mereka adalah agar ada kesepakatan dan komunikasi yang baik. Jika nanti ada masukan terkait menu atau kebutuhan khusus, bisa kita akomodir dan komunikasikan antara penerima manfaat dan masing-masing SPPG yang beroperasional,” tambahnya.

Yudit menegaskan bahwa program SPPG hadir untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak sebagai calon generasi emas bangsa. Ia berharap seluruh pihak dapat saling memberikan masukan yang konstruktif demi memastikan manfaat yang diterima benar-benar optimal.

“Harapan kami, anak-anak calon generasi emas ini bisa menerima manfaat yang baik. Apapun kebutuhan mereka, selama sesuai dengan standar gizi masing-masing anak, kami sebagai yayasan dan mitra SPPG Karangwungu Karangdowo akan berusaha memenuhinya,” jelasnya.

Dalam tahap awal operasional, SPPG Karangwungu Karangdowo akan melayani sekitar 26 sekolah, di luar kelompok B3, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1.375 siswa. Sementara untuk kelompok B3 yang meliputi bayi stunting, ibu hamil, dan ibu menyusui, pendataan masih akan dilakukan setelah pelaksanaan berjalan dan berkoordinasi dengan posyandu serta pihak kelurahan setempat.

“Untuk B3 masih dalam tahap pendataan. Setelah pelaksanaan nanti, kami akan koordinasi dengan posyandu agar data penerima manfaat bisa tepat sasaran,” ungkap Yudit.

Selain fokus pada pemenuhan gizi, kehadiran SPPG juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Yudit menyampaikan bahwa sekitar 80 persen tenaga kerja yang terlibat merupakan relawan dan pekerja dari warga lokal.

“Kami mengutamakan tenaga kerja dari masyarakat sekitar, baik ibu-ibu, anak muda, hingga orang tua. Harapannya, kehadiran SPPG ini bisa menciptakan peluang kerja dan membantu menuntaskan masalah pengangguran di wilayah Karangwungu dan sekitarnya,” katanya.

Dari sisi kualitas dan keamanan pangan, SPPG Karangwungu Karangdowo telah dipersiapkan secara matang. Chef yang bertugas telah terlatih dan memiliki sertifikasi SLHS, serta telah memenuhi standar keamanan pangan. Saat ini, pihak yayasan juga tengah memproses sertifikasi lanjutan seperti HACCP, ISO 2500, dan ISO 4500.

“Alhamdulillah, chef kami sudah bersertifikat dan sistem keamanan pangan sudah kami siapkan. Kami juga sudah melakukan uji coba (trial) sebelumnya. Harapannya, sebelum penyajian, ahli gizi dan chef benar-benar memahami standar keamanan pangan dan mendistribusikan makanan dengan aman kepada penerima manfaat,” jelas Yudit.

Secara keseluruhan, Yayasan saat ini telah memiliki 7 SPPG, di mana dua di antaranya telah resmi launching, sementara lima lainnya masih dalam proses evaluasi, survei, dan persiapan operasional. Seluruh program tersebut tersebar di wilayah Jawa Tengah.

Yudit yang juga merupakan pengajar SPPI serta mitra dari sejumlah yayasan lainnya menyampaikan optimisme bahwa program SPPG akan terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, beberapa mitra yayasan lainnya juga sudah berjalan. Semoga dengan hadirnya SPPG Karangwungu Karangdowo ini, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak, keluarga penerima, dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.( Aulia / Pimred Cahyospirit)


















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar