JFA Jatipurno Ukir Sejarah di Piala Bupati Wonogiri U-10, Borong Gelar dan Tampil Dominan
Wonogiri MR -Gelaran sepak bola usia dini se-Kabupaten Wonogiri dalam ajang Piala Bupati Wonogiri yang digelar di Stadion Pringgodani sejak 16 Desember berlangsung sangat meriah dan penuh antusiasme. Turnamen bergengsi ini diikuti oleh 22 Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai wilayah di Wonogiri untuk kategori kelompok umur 10 tahun (U-10).
Dari sekian banyak peserta, SSB JFA Jatipurno menjadi tim yang paling menyita perhatian publik. Tergabung di Grup B, JFA tampil luar biasa sejak laga pembuka dan menunjukkan kualitas permainan yang konsisten hingga partai puncak.
Pada pertandingan pertama fase grup, JFA Jatipurno langsung tancap gas dengan menaklukkan EMC Cangkring dengan skor meyakinkan 5–1. Tren positif berlanjut di laga kedua saat JFA menghajar Kansas tanpa ampun dengan skor 6–0. Tidak berhenti di situ, pada pertandingan ketiga JFA kembali menunjukkan superioritasnya dengan menundukkan Persik Merah dengan skor 7–1. Di laga terakhir penyisihan grup, JFA memastikan langkah mulus ke fase gugur setelah menundukkan SFA dengan skor 2–0.
Memasuki fase gugur, tensi pertandingan semakin meningkat. Namun, JFA Jatipurno tetap tampil tenang dan disiplin. Di babak perempat final, JFA berhasil menyingkirkan Arseta dengan skor 3–0 dalam laga yang berlangsung cukup menegangkan. Kepercayaan diri anak-anak JFA semakin meningkat saat di babak semifinal mereka tampil dominan dan mengalahkan EMC Pingkuk dengan skor telak 4–0, memastikan tiket ke partai final.
Partai final menjadi laga paling dramatis dan menyita perhatian penonton. Menghadapi PSG Gumiwang, JFA Jatipurno sejatinya tampil mendominasi jalannya pertandingan. Namun, dominasi tersebut sempat diuji ketika JFA kecolongan satu gol. Meski demikian, mental dan ketenangan para pemain muda JFA patut diacungi jempol. Dengan kerja sama tim yang solid dan penguasaan bola yang matang, JFA akhirnya mampu membalikkan keadaan.
Gol penentuan kemenangan lahir dari kaki kiri Airlangga, gelandang kreatif sekaligus kapten tim JFA, melalui sebuah shooting keras dan terukur yang tak mampu dibendung penjaga gawang lawan. Pertandingan pun berakhir dengan skor 2–1 untuk kemenangan JFA Jatipurno.
Sore itu menjadi momen bersejarah bagi JFA Jatipurno. Tidak hanya keluar sebagai Juara 1, JFA juga berhasil memborong seluruh penghargaan individu. Top Scorer diraih oleh Zakir Al dengan torehan luar biasa 12 gol sepanjang turnamen. Sementara itu, gelar Best Player jatuh kepada Zia Nur Fauzi, yang tampil konsisten dan menjadi motor permainan tim.
Di sela-sela kegiatan, awak media berkesempatan berbincang dengan Coach Dodo, pelatih JFA U-10 yang juga merupakan pelatih kepala FORSGI U-10. Ia menegaskan bahwa kunci utama dalam mendidik pemain usia dini adalah kesabaran dan ketelatenan dalam memahami karakter serta potensi masing-masing anak.
“Melatih anak-anak itu tidak bisa instan. Harus sabar, telaten, dan benar-benar memahami plus minus setiap anak,” ujar Coach Dodo.
Lebih lanjut, Coach Dodo menjelaskan bahwa di SSB JFA Jatipurno pihaknya mengembangkan filosofi Filanesia yang dikombinasikan dengan sentuhan tiki-taka. Filosofi tersebut terbukti efektif, terlihat dari dominasi penguasaan bola JFA U-10 yang rata-rata mencapai lebih dari 60 persen di setiap pertandingan.
Keberhasilan JFA Jatipurno di ajang Piala Bupati Wonogiri ini menjadi bukti bahwa pembinaan usia dini yang terencana, konsisten, dan berbasis filosofi permainan yang tepat mampu melahirkan prestasi membanggakan. Prestasi ini sekaligus menjadi harapan cerah bagi masa depan sepak bola Wonogiri.( Widodo/ Pimred Cahyospirit )










