Antusias warga dusun Sendang,mengikuti sosialisasi penanganan ular dan tawon.
sosialisasi penanganan ular dan tawon di karenakan di wilayah setempat sering muncul tawon jeni vespa dan ular berbisa jenis ular hijau ekor merah
Wonogiri MR- Komunitas Relawan Independen adakan sosialisasi penanganan ular dan tawon.
Sosialisasi bertempat di dusun Sendang desa Sendangmulyo kecamatan Tirtomoyo kabupaten Wonogiri, Sabtu 1 November 2025.
Praktik langkah pertama di gigit ular berbisa,harus di bidaiDalam kesempatan tersebut hadir sebagai peserta,masyarakat setempat dari tokoh masyarakat dan karangtaruna.
Diadakanya sosialisasi penanganan ular dan tawon di karenakan di wilayah setempat sering muncul tawon jeni vespa dan ular berbisa jenis ular hijau ekor merah.
"Di daerah kami sering sekali muncul ular hijau ekor merah mas" ungkap Santo warga setempat juga anggota Komunitas Relawan Independen.
Ular hijau pucuk yang tidak beracunMateri cara menangani tawon vespa yang membuat sarang di rumah warga,materi menangani ular berbisa yang masuk di permukiman warga hingga langkah pertama bila di gigit di sampaikan secara rinci.
Antusias warga mengikuti acara tersebut terlihat jelas begitu banyak pertanyaan yang di sampaikan.
Tugimin 50 tahun ketua RT setempat ungkapkan pengalamanya,waktu belum mengetahui ada beberapa jenis ular hijau,pernah kejadian saat mencari pakan kambingnya kebetulan melihat ular hijau,ia lari ketakutan,padahal ular hijau yang ia lihat jenis yang tidak berbahaya dan tidak agresif ular hijau pucuk.
"Saya takut sama ular mas,ya saya lari sampai rumah,sampai tidak bawa pakan kambing"jelas Tugimin.
Contoh sarang tawon dan beberapa jenis ular berbisa dan tidak berbisa juga di bawa dalam acara tersebut sebagai edukasi.
Di jelaskan juga oleh Yuyun Rohmadi dan Wibowo yang pada kesempatan tersebut sebagai narasumber dari Komunitas Relawan Independen,bahwa ular dan tawon sebetulnya tidak menyerang manusia,justru kalau melihat manusia pasti menghindar,hanya saja di saat terdesak atau terusik merasa terancam bisa menyerang manusia.
Di jelaskan juga bahwa binatang tersebut berperan penting keberadaanya untuk keseimbangan ekositim. ( Maryoto/ Pimred Cahyospirit)












