BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

“Gaspol” Gerakan Anti Sampah Plastik dan Polystyrene di SDN 2 Sokoboyo

program “Gaspol” Gerakan Anti Sampah Plastik dan Polystyrene,SDN 2 Sokoboyo, Slogohimo 

Slogohimo, Wonogiri MR - SDN 2 Sokoboyo kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter peduli lingkungan melalui program “Gaspol” Gerakan Anti Sampah Plastik dan Polystyrene.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pembiasaan sehari-hari bagi anak-anak, agar sejak dini mereka memiliki kesadaran menjaga kebersihan dan mengurangi penggunaan sampah sekali pakai yang berbahaya bagi lingkungan.
Setiap pagi, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, guru dan siswa bersama-sama mengingatkan pentingnya membawa bekal dari rumah dengan wadah ramah lingkungan.

Anak-anak pun diajak untuk meninggalkan kebiasaan membawa makanan dalam plastik maupun polystyrene (stereofoam), dan menggantinya dengan tempat makan serta botol minum yang dapat dipakai berulang kali.

Langkah sederhana ini menjadi kebiasaan baru yang menanamkan nilai tanggung jawab dan cinta lingkungan.
Suasana sekolah terlihat lebih bersih dan nyaman sejak program “Gaspol” dijalankan. 

Tidak ada lagi tumpukan plastik sekali pakai yang berserakan, halaman sekolah lebih rapi, dan udara terasa segar tanpa bau sampah. 

Anak-anak juga semakin aktif mengingatkan teman-temannya yang lupa membawa wadah ramah lingkungan, menunjukkan bahwa kepedulian bersama telah tumbuh menjadi budaya positif di SDN 2 Sokoboyo.

Selain pembiasaan harian, pihak sekolah juga menggelar kegiatan edukatif seperti lomba poster anti plastik, pawai ramah lingkungan, hingga pemanfaatan barang bekas menjadi karya seni. 

Dengan cara yang menyenangkan, anak-anak belajar bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan kreatif dan penuh semangat.

Dukungan orang tua dan masyarakat sekitar pun sangat terasa, menjadikan program ini lebih kuat dan berkesinambungan.

Melalui “Gaspol”, SDN 2 Sokoboyo tidak hanya mengajarkan teori tentang lingkungan, tetapi juga membentuk praktik nyata yang dilakukan setiap hari. 

Kebiasaan sederhana ini menjadi langkah besar dalam mencetak generasi yang peduli, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap bumi. 

Anak-anak pun belajar bahwa menjaga alam bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dijaga bersama.( Kun Prastowo/ pimred Cahyospirit )















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar