BREAKING NEWS
SPACE IKLAN INI DISEWAKAN
untuk informasi hubungi Dewan Redaksi 0877-9361-6743

Tradisi Sadranan Ageng Sasi Longkang, Napak Tilas Sakral di Gunung Kambengan

Tradisi turun-temurun yang dikenal dengan nama “Sadranan Ageng Sasi Longkang” ini dilaksanakan setiap tahun pada hari Jum’at Wage di bulan Jawa Longkang, dan telah berlangsung sejak zaman Kerajaan Demak.

Tirtomoyo MR — Sebuah prosesi sakral dan penuh makna kembali digelar oleh warga Dusun Sangrahan, Desa Hargantoro, Kecamatan Tirtomoyo. Tradisi turun-temurun yang dikenal dengan nama “Sadranan Ageng Sasi Longkang” ini dilaksanakan setiap tahun pada hari Jum’at Wage di bulan Jawa Longkang, dan telah berlangsung sejak zaman Kerajaan Demak.


Ratusan warga dari berbagai dusun, khususnya Sangrahan, bersama komunitas Gunungan Tirtomoyo dan para pecinta alam yang tergabung dalam Gowes Tirtomoyo, memulai perjalanan napak tilas sejauh kurang lebih 1,5  kilometer menuju puncak Gunung Kambengan salah satu gunung tertinggi dan paling disakralkan di wilayah Tirtomoyo, Jumat (02/05/2025).

Menurut Bapak M. Bisri Mustofa, Kepala Dusun Sangrahan sekaligus tokoh spiritual dalam kegiatan ini, prosesi dimulai dengan doa bersama di Balai Dusun. Doa dipimpin untuk memohon keselamatan dan kelimpahan bagi seluruh warga, baik secara khusus warga Gunungan maupun masyarakat secara luas. 


Gunungan yang digunakan dalam ritual merupakan simbol sesaji dari hasil bumi, yang mewakili rasa syukur dan penghormatan terhadap alam.

Uniknya, peserta berjalan kaki sambil membawa bokor berisi wewangian dan ingkung ayam, sebagai lambang permohonan berkah dan keselamatan. 


Tepat pukul 08.07 WIB, ketika rombongan mencapai lereng, kabut turun menyelimuti jalur pendakian, menambah suasana khidmat dan magis.

Prosesi dilanjutkan dengan ziarah ke petilasan Mbah Kyai Nusontoro, tokoh leluhur yang diyakini bersama Nyai Citro Kenongo, sebagai cikal bakal pendiri dan penjaga spiritual Desa Hargantoro. Para peserta memakai blangko sebagai bentuk penghormatan.

Hadir pula dalam prosesi ini Kepala Desa Hargantoro, Bapak Warto, yang menyatakan dukungan penuhnya terhadap pelestarian tradisi Sadranan Ageng. 

"Ini adalah bagian penting dari warisan budaya leluhur kita. Dengan kegiatan ini, kita tidak hanya menghormati sejarah, tetapi juga menjaga keseimbangan antara manusia dan alam," ujarnya di puncak Gunung Kambengan.

Kegiatan Sadranan Ageng ini menjadi pengingat akan pentingnya nilai gotong royong, spiritualitas, dan pelestarian alam yang diwariskan turun-temurun.

 Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, warga berharap tradisi ini terus lestari sebagai warisan budaya dan spiritual bagi generasi yang akan datang.(Andang / Sunaryo / Editor: Cahyospirit)















Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar