Peringati Hari Santri Nasional 2026, Fatayat NU Wonogiri Gelar Sima’an Al-Qur’an dan Turba di Tirtomoyo
WONOGIRI KMR– Semarak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Wonogiri diisi dengan kegiatan religius dan penguatan organisasi. Ikatan Hafidzah Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Wonogiri menggelar Sima’an Al-Qur’an sekaligus kegiatan Turun ke Bawah (Turba) Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Tirtomoyo.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu Pahing, 1 November 2026, mulai pukul 07.30 WIB tersebut dipusatkan di Gedung Ranting NU Sidorejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Ratusan kader dan anggota Fatayat NU se-Kecamatan Tirtomoyo hadir untuk mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias dan kekhusyukan.
Sejumlah tokoh dan pengurus turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Jam'iyyatul Mudarasatil Qur'an lil Hafidzat (JMQH) Kabupaten Wonogiri, Hj. Siti Aminah Al Hafidzoh; perwakilan PW LKDNU Jawa Tengah, Hj. Afrohah Al Hafidzoh, S.Sy., M.HI.; Ketua PAC Fatayat NU Tirtomoyo, Tri Handayani, S.HI.; serta H. Imron Ahmadi selaku pembina dari PC NU Kabupaten Wonogiri. Hadir pula para ketua ranting dan anggota Fatayat NU di wilayah Tirtomoyo.
Dalam sambutannya, Ketua PAC Fatayat NU Tirtomoyo, Tri Handayani, S.HI., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kehadiran jajaran PC Fatayat NU Wonogiri serta partisipasi para kader yang mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, pertemuan ini bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan juga menjadi ruang untuk mempererat tali persaudaraan, meningkatkan kebersamaan, dan menumbuhkan kembali semangat kader dalam menghidupkan tradisi mengaji di lingkungan Fatayat NU.
Pesan tentang pentingnya menjaga tradisi keislaman juga disampaikan H. Imron Ahmadi dalam tausiyahnya. Ia berharap kegiatan Sima’an Al-Qur’an dapat terus dilestarikan dan dilaksanakan secara istiqamah sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai keagamaan di kalangan kader perempuan muda NU.
Ia juga mengingatkan bahwa Fatayat NU memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai Islam yang moderat, memperkuat persatuan bangsa, serta memberikan keteladanan positif di tengah kehidupan masyarakat.
"Kegiatan seperti ini adalah bagian dari syiar Islam Rahmatan Lil 'Alamin. Fatayat sebagai garda terdepan perempuan muda NU harus terus menjaga tradisi Qur'ani, menjaga NKRI, dan menjadi teladan di masyarakat," pesan H. Imron Ahmadi.
Memasuki acara inti, Ketua JMQH Kabupaten Wonogiri, Hj. Siti Aminah Al Hafidzoh, memimpin langsung pelaksanaan Sima’an Al-Qur’an yang diikuti para hafidzah Fatayat NU. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an terdengar menggema memenuhi ruangan, menghadirkan suasana religius, teduh, dan penuh kekhidmatan.
Melalui kegiatan ini, para kader tidak hanya memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, organisasi, maupun masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk memohon keselamatan bangsa, kemajuan Nahdlatul Ulama, serta keberkahan bagi seluruh kader Fatayat NU.
Peringatan Hari Santri Nasional melalui kegiatan Sima’an Al-Qur’an dan Turba ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarpengurus, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan semangat pengabdian kader Fatayat NU hingga ke tingkat akar rumput.
Lebih dari sekadar pertemuan organisasi, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Fatayat NU Wonogiri dalam merawat tradisi Qur’ani, memperkuat peran perempuan, dan meneruskan semangat perjuangan santri dalam kehidupan bermasyarakat. (Else / Pimred Cahyospirit)
.jpg)














.jpg)