BREAKING NEWS
🍃 🌿 🍃
🌱 PENGEN INFORMASI SEPUTAR AGROTECH?
Kunjungi agrotechindonesia.com
🌾 Membangun Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan
👆 KLIK DI SINI

MMD PBL 2 FKMIK Univet Bantara di Mojorejo Sepakati Tiga Strategi Cegah TBC

kolaborasi mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) 2 Program Studi Kesehatan Masyarakat FKMIK Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) bersama pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat.

SUKOHARJO KMR - Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tuberculosis (TBC) di Desa Mojorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, mulai diperkuat melalui kolaborasi mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) 2 Program Studi Kesehatan Masyarakat FKMIK Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) bersama pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut menghasilkan tiga (3)  program intervensi pencegahan TBC, yakni sosialisasi TBC dan pencegahannya, penyebaran poster edukasi, serta sosialisasi etika batuk kepada siswa sekolah dasar.

Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Peaktik Belajar Lapangan (PBL) 2. Kelompok 1 Desa Mojorejo yang berlangsung Rabu (7/10/2026), pukul 09.00–11.00 WIB. Kegiatan diikuti sekitar 25 peserta yang terdiri dari Plt. Kepala Desa Mojorejo, bidan desa, dosen pembimbing lapangan, kader kesehatan, dan mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL)  2.

Dalam Musyawarah Masyarakat Desa (MMD),  mahasiswa memaparkan hasil identifikasi permasalahan serta rencana program intervensi yang akan dilakukan untuk mendukung upaya pencegahan TBC di Desa Mojorejo.

Plt. Kepala Desa Mojorejo, Aris Supriyanto, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) 2 atas rencana program yang disusun.

Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Mojorejo mengenai TBC, mulai dari pengenalan penyakit hingga upaya pencegahannya. Ia juga mendorong mahasiswa untuk mengikuti berbagai kegiatan yang ada di desa, termasuk kegiatan posyandu, agar dapat lebih memahami kondisi masyarakat secara langsung.

Bidan Desa Mojorejo, Ria Juniarti memberikan  masukan agar program intervensi yang dirancang mahasiswa dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Untuk sosialisasi TBC dan pencegahannya, kegiatan direncanakan dilaksanakan di Dusun Masan. Sementara poster edukasi TBC akan ditempatkan di lokasi yang mudah dilihat masyarakat, seperti kantor balai desa, tempat pertemuan dusun, dan sekolah.

Adapun sosialisasi mengenai etika batuk direncanakan menyasar siswa di SD Mojorejo 1. Edukasi ini diharapkan dapat memperkenalkan perilaku batuk yang benar sekaligus membangun kesadaran sejak usia sekolah mengenai pencegahan penularan penyakit.

Dosen pembimbing lapangan, Titik Haryanti  menekankan pentingnya koordinasi mahasiswa dengan berbagai pihak terkait sebelum program dilaksanakan.

“Mahasiswa perlu berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan masing-masing program agar pelaksanaannya sesuai dengan sasaran dan dapat memberikan dampak bagi masyarakat Desa Mojorejo,” ujarnya.

Melalui proses diskusi yang melibatkan pemerintah desa, bidan desa, dosen pembimbing, kader kesehatan, dan mahasiswa, Musyawarah Masyarakat Desq (MMD) akhirnya menyepakati tiga program intervensi, yaitu sosialisasi TBC dan pencegahannya, penyebaran poster edukasi TBC, serta sosialisasi etika batuk di SD Mojorejo 1.

Kesepakatan tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) 2 Kelompok 1 untuk melanjutkan tahap implementasi intervensi di Desa Mojorejo. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan TBC, (Begug SW/Pimred Cahyospirit)













Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar