Meriah,Sekijang Cup XII 2026: Dari Lapangan Voli, Menggerakkan Ekonomi Warga Wonogiri
Jatiroto , Wonogiri KMR— Gelaran Sekijang Cup XII 2026 memasuki puncak kompetisi. Turnamen bola voli yang digelar di Sekijang Arena, Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, tidak hanya menyuguhkan persaingan antartim di dalam lapangan, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Rangkaian pertandingan yang berlangsung selama delapan hari tersebut menjadi salah satu magnet bagi masyarakat untuk datang dan menikmati pertandingan sekaligus berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar arena.
Puncak Sekijang Cup XII 2026 dijadwalkan berlangsung pada malam ini Sabtu, 12 September 2026. Partai grand final mempertemukan BKS Guno, yang mewakili Kecamatan Jatiroto, dengan RSM Poncol, wakil dari Kecamatan Sidoharjo.
Pertemuan kedua tim tersebut diprediksi berlangsung sengit. Keduanya telah melewati rangkaian pertandingan dan berhasil memastikan tempat di partai puncak. Dukungan masyarakat dari masing-masing wilayah pun diperkirakan akan membuat atmosfer Sekijang Arena semakin meriah.
Sebelum laga final digelar, pertandingan perebutan peringkat ketiga dan keempat juga akan mempertemukan dua tim yang memiliki ambisi kuat untuk menutup turnamen dengan hasil terbaik.
Andy Terapi Jatisari, Jatisrono akan menghadapi Putra Dirgantara Hargantoro dalam laga perebutan posisi ketiga dan keempat.
Selain pertandingan utama kategori putra, panitia juga menyiapkan pertandingan exhibition woman yang mempertemukan Putri Selogiri melawan Arduta Tirtomoyo. Pertandingan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan hiburan sekaligus memberikan ruang bagi atlet-atlet bola voli perempuan untuk tampil di hadapan masyarakat.
Bagi panitia, Sekijang Cup XII 2026 memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara.
Salah satu panitia, Bagus Anggoro Putro, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah untuk mempertemukan olahraga, kebersamaan masyarakat, serta aktivitas ekonomi warga.
Menurutnya, turnamen bola voli dapat menjadi ruang yang memberikan manfaat bagi banyak pihak, mulai dari atlet, masyarakat yang datang sebagai penonton, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Sekijang Cup XII 2026 bukan hanya sekadar turnamen bola voli. Ini adalah perayaan olahraga, kebersamaan, dan kebangkitan ekonomi warga Wonogiri,” ujar Bagus.
Selama penyelenggaraan di Sekijang Arena, masyarakat tidak hanya disuguhi pertandingan bola voli. Puluhan lapak UMKM juga disediakan untuk memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal memasarkan berbagai produk mereka.
Kehadiran lapak-lapak tersebut membuat kawasan pertandingan menjadi lebih hidup. Penonton yang datang untuk menyaksikan pertandingan dapat sekaligus membeli makanan, minuman, maupun berbagai produk yang ditawarkan oleh pelaku usaha lokal.
Dengan demikian, perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di dalam arena pertandingan, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat yang ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Selama 8 hari penyelenggaraan di Sekijang Arena, Jatiroto, kami menghadirkan lebih dari sekadar pertandingan seru. Kami menyediakan puluhan lapak UMKM untuk para pelaku usaha lokal. Semua ada di sini,” kata Bagus.
Menurut panitia, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen agar penyelenggaraan event olahraga memberikan manfaat yang lebih luas.
Tujuannya adalah menciptakan ruang bagi UMKM Wonogiri untuk memperkenalkan produk, mendapatkan konsumen baru, sekaligus membangun jejaring dengan masyarakat dan pengunjung yang hadir.
Penyelenggaraan Sekijang Cup XII 2026 menunjukkan bahwa kegiatan olahraga di tingkat daerah memiliki potensi untuk berkembang menjadi sebuah kegiatan yang memberikan efek ekonomi.
Ketika pertandingan mampu menarik banyak penonton, kebutuhan terhadap makanan, minuman, jasa, hingga berbagai produk pendukung lainnya ikut meningkat.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk memperoleh tambahan penghasilan selama kegiatan berlangsung.
Bagi pelaku UMKM, kehadiran di sebuah event dengan jumlah pengunjung yang besar juga dapat menjadi sarana promosi. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar dapat diperkenalkan kepada masyarakat dari berbagai kecamatan yang datang menyaksikan pertandingan.
Karena itu, konsep penyelenggaraan turnamen yang melibatkan UMKM dinilai dapat menciptakan hubungan saling menguntungkan. Kompetisi menjadi semakin semarak, sementara masyarakat memiliki ruang untuk menjalankan aktivitas usaha.
Panitia Sekijang Cup XII 2026 pun menegaskan bahwa keberhasilan sebuah event olahraga tidak semata-mata diukur dari siapa yang menjadi juara.
Ada manfaat lain yang juga penting, yakni seberapa jauh kegiatan tersebut mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kami percaya, olahraga yang hebat harus berdampak. Dampak untuk atlet, untuk penonton, dan untuk UMKM,” tegas Bagus.
Kelancaran Sekijang Cup XII 2026 juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk sponsor yang turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen.
Sejumlah sponsor yang disebut panitia antara lain MAFIANET, penyedia jaringan WiFi; LIFCO, yang bergerak di bidang jersey printing solution; SEJIWA; serta MIE MARTANI, produk mi telur.
Selain nama-nama tersebut, masih terdapat puluhan sponsor lain yang ikut mendukung pelaksanaan Sekijang Cup XII 2026.
Keterlibatan para sponsor menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan. Dukungan tersebut tidak hanya membantu dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga menunjukkan adanya kepercayaan berbagai pihak terhadap event olahraga yang dikembangkan di tingkat lokal.
Sekijang Cup pun diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi agenda olahraga yang mampu menarik perhatian masyarakat lebih luas pada tahun-tahun berikutnya.
Sementara itu, Camat Jatiroto, Miran, S.Sos., MM, memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya Sekijang Cup XII 2026.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan mendorong kegiatan positif seperti turnamen olahraga tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus membangun semangat sportivitas.
“Kami mendorong kegiatan ini dan berterima kasih kepada Pemkab, Bapak Bupati dan Wakil Bupati, serta seluruh jajaran yang memberikan kesempatan kepada teman-teman Sekijang untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Miran.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh panitia dan kontingen yang telah berkontribusi sehingga rangkaian Sekijang Cup XII dapat berlangsung dengan baik.
“Apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada teman-teman panitia dan seluruh kontingen sehingga gelaran ini berjalan sukses,” katanya.
Menurut Miran, pertandingan olahraga idealnya tidak hanya menjadi tontonan bagi masyarakat. Lebih dari itu, olahraga juga diharapkan mampu memberikan nilai edukasi dan membangun karakter.
Ia berharap Sekijang Cup dapat menjadi tontonan sekaligus tuntunan bagi masyarakat, khususnya insan olahraga bola voli.
“Semoga kegiatan ini menjadi tontonan sekaligus tuntunan kepada segenap insan olahraga, khususnya voli, sehingga bisa meningkatkan silaturahmi dan sportivitas,” ungkapnya.
Miran juga menekankan pentingnya manfaat kegiatan bagi masyarakat. Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga akan semakin bernilai apabila mampu memberikan dampak nyata, termasuk kepada pelaku UMKM.
“Yang utama memberikan kemanfaatan bagi masyarakat, termasuk UMKM,” imbuhnya.
Kini perhatian masyarakat tertuju pada pertandingan puncak Sekijang Cup XII 2026. Duel BKS Guno Jatiroto melawan RSM Poncol Sidoharjo akan menjadi penentu siapa yang berhak membawa pulang gelar juara pada edisi ke-12 tersebut.
Namun sebelum partai puncak berlangsung, penonton juga akan disuguhi pertandingan perebutan posisi ketiga dan keempat antara Andy Terapi Jatisari Jatisrono kontra Putra Dirgantara Hargantoro.
Tak hanya itu, pertandingan exhibition woman antara Putri Selogiri dan Arduta Tirtomoyo juga menjadi bagian dari kemeriahan malam penutupan.(Benny/ Pimred Cahyospirit)
.
.jpg)
.jpg)



.jpg)











