Edukasi Kelestarian Lingkungan: Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 41 Pasang Papan Edukasi Jejak Sampah di Lapangan Desa dan Pintu Air Bendungan Brumbung
DEMAK KMR — Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 41 yang bertugas di Desa Brumbung melaksanakan aksi nyata dengan memasang papan informasi masa terurai sampah di dua titik strategis, yaitu di area lapangan desa dan sekitar pintu air bendungan.
Pemilihan lokasi pemasangan papan edukasi berbentuk penunjuk arah unik ini dinilai sangat krusial. Area lapangan desa merupakan pusat keramaian tempat berkumpulnya warga dan para pedagang kuliner setiap sore hari, sedangkan pintu air bendungan menjadi jalur vital aliran air desa yang rawan dari risiko penyumbatan sampah.
Pada papan edukasi berwarna hijau khas bertuliskan ”BERAPA LAMA SAMPAH TERURAI?” tersebut, dipaparkan estimasi rentang waktu yang dibutuhkan oleh berbagai jenis sampah harian untuk terurai secara alami:
± 1 Bulan:Sampah kertas & sisa organik
± 20 Tahun:Sampah kantong plastik
± 200 Tahun:Sampah kaleng aluminium & botol plastik
± 500 Tahun: Popok sekali pakai & sampah plastik tebal
Kaca & Styrofoam: Hampir”TIDAK PERNAH” terurai secara alami.
Ketua Kelompok KKN UPGRIS 41, Syuhada Ulinuhu, menjelaskan alasan di balik pemilihan lokasi penempatan papan edukasi tersebut.
“Setiap sore, lapangan desa selalu ramai oleh pengunjung dan penjual makanan. Kami memasang papan edukasi berbentuk penunjuk arah ini di sini agar warga dan pedagang ingat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Selain itu, pemasangan di pintu air bendungan sangat penting untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke aliran sungai yang dapat merusak ekosistem dan memicu banjir,” ujar Syuhada Ulinuhu.
Aksi nyata mahasiswa KKN ini mendapat respons positif dan apresiasi tinggi dari Sekretaris Desa Brumbung, Bapak Eko Endarto. Beliau menyampaikan bahwa keberadaan papan informasi visual ini sangat efektif dalam memberikan imbauan langsung kepada warga.
“Alhamdulillah, kami atas nama pemerintah desa sangat mendukung langkah kreatif dari adik-adik KKN UPGRIS Kelompok 41. Pemasangan papan edukasi di lapangan yang ramai pembeli setiap sore serta di pintu air bendungan ini sangat tepat sasaran.
Harapan kami, masyarakat dan para penjual semakin bijak mengelola sampah dan bersama-sama menjaga kebersihan desa kita,” ungkap Bapak Eko Endarto.
Tak hanya dari pihak pemerintah desa, antusiasme juga datang dari kalangan pemuda setempat. Naufal, salah seorang pemuda Desa Brumbung yang sering beraktivitas di sekitar lapangan desa, mengaku sangat terbantu dengan adanya papan edukasi tersebut.
“Papan ini menarik dan sangat informatif. Jujur, sebelumnya saya dan teman-teman tidak tahu kalau sampah plastik atau botol minuman butuh ratusan tahun untuk terurai. Dengan adanya papan ini di lapangan, kita yang sering nongkrong dan jajan di sore hari jadi makin sadar untuk selalu membuang sampah pada tempatnya,” kata Naufal.
Melalui pemasangan papan edukasi bertagline ”BERSAMA JAGA LINGKUNGAN”ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 41 berharap pesan kelestarian lingkungan dapat terus dibaca dan diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat Desa Brumbung secara berkelanjutan.(Penulis: mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 41 /Pimred Cahyospirit)




.jpg)









